Gita Gutawa Luncurkan Album Nasionalisme

Gita Gutawa
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Bimo Aria

VIVA.co.id – Aluna Sagita Gutawa, atau lebih dikenal dengan nama Gita Gutawa, merupakan penyanyi Indonesia yang mulai dikenal dengan lagu-lagu bernuansa pop, seperti Mau tapi Malu, dan Parasit. Suara sopran yang dimilikinya langsung menarik perhatian banyak orang.

Sempat lama menghilang dari panggung musik, karena menimba ilmu di Negeri Ratu Elizabeth, Gita Gutawa kini kembali dengan album baru bernuansa nasionalisme. Bertepatan dengan ulang tahunnya, putri dari komposer Erwin Gutawa ini merilis album berjudul Gita Puja Indonesia yang berisikan tujuh lagu nasional dan satu lagu ciptaannya.

Berpindah dari musik pop ke musik bernuansa nasionalisme, Gita beranggapan bahwa sebagai seorang penyanyi, dia harus selalu jujur menunjukkan sudut pandangnya dalam setiap karya yang dihasilkan.

"Tiap karya yang saya kerjakan, intinya harus lebih jujur, dan lebih menunjukkan siapa saya, dan harus memberikan perspektif saya," kata Gita dalam jumpa pers peluncuran album Gita Puja Indonesia, di Gedung Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat 11 Agustus 2017.

Meski tak memungkiri, ia juga tengah mengumpulkan materi lagu pop untuk proyek ke depannya. Hanya saja, saat ini wanita 24 tahun ini sedang fokus dengan album bernuansa kebangsaan ini.

Kesadaran bahwa lagu-lagu nasional hanya dinyanyikan saat upacara atau acara tertentu, membuat Gita tergerak untuk menciptakan album Gita Puja Indonesia ini. Sebagai generasi penerus bangsa, Gita tak ingin melihat lagu-lagu nasional musnah dan terabaikan.

"Sangat amat disayangkan kalau nantinya terabaikan, saya pun sekarang agak menyayangkan lagu nasional tempatnya hanya di sekolah dan upacara. Menurut saya, kenapa hanya sampai di situ," katanya.

Gita sendiri sadar bahwa industri musik selalu ada tren yang akan terus datang silih berganti. Karena itu, dia justru selalu berkeyakinan untuk terus berkarya sesuai apa yang dipercaya.

"Dari pertama kali masuk industri musik, saya selalu percaya, saya harus berkarya tentang apa yang saya percaya. Saya harus berkarya tentang apa yang saya pikirkan," ucapnya. (asp)