Rossi Ungkap Penyesalan Terbesar dalam Karier Balapnya

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi
Sumber :
  • Twitter.com/MotoGP

VIVA – Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, mengungkapkan penyesalan terbesarnya selama berkarier di dunia balap. Hal itu ketika dia gagal menjadi juara di musim 2006.

Kala itu, Rossi dan Nicky Hayden bersaing ketat di papan klasemen. Jelang seri terakhir, pembalap asal Italia itu unggul delapan poin di atas Hayden yang menjadi pesaing terdekatnya.

Peluang pembalap berjuluk The Doctor itu meraih juara untuk kali keenam secara beruntun sangat terbuka lebar. Apalagi, dia meraih pole position di seri terakhir, MotoGP Valencia. Sedangkan Hayden memulai balapan dari posisi 5.

Nahas bagi Rossi, dia justru terjatuh di lap 5. Meski masih mampu melanjutkan balapan, namun dia harus tercecer ke posisi 15.

Di akhir, pembalap yang kini berusia 39 tahun itu hanya mampu finis di posisi 13. Ia pun harus merelakan gelar juara dunia jatuh ke tangan Hayden yang finis di posisi 3.

Kegagalan itu, diakui Rossi, masih terus terngiang di benaknya. Dan menjadi kegagalan terbesar dalam kariernya.

"Penyesalan terbesar saya ketika kehilangan gelar pada 2006, ketika saya membuat kesalahan di Valencia," kata Rossi dikutip GPOne.

Kendati demikian, nama Rossi tetap menjadi salah satu pembalap terbaik di dunia. Dan ketika ditanya mengenai siapa yang terbaik sepanjang masa, Rossi memiliki pandangannya sendiri.

"Hal itu sangat sulit. Mungkin, jika dinilai dari jumlah kemenangan, Giacomo Agostini atau Mike Hailwood. Tapi, saya tumbuh bersama Wayne Rainey, Kevin Schwantz, dan Mick Doohan," ungkapnya. (one)