Perjuangan Muhammad Ali Perbaiki Citra Muslim di AS

Muhammad Ali saat mengalahkan Sonny Liston.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Selain merupakan legenda tinju, Muhammad Ali bisa juga disebut sebagai tokoh perjuangan Islam di Amerika Serikat. Banyak tindakan nyata telah dilakukan Ali untuk menunjukkan bahwa agama yang dianutnya itu penuh dengan kedamaian.

Pada masa lalu, Ali rela masuk bui dan dicabut gelar uara dunia demi mempertahankan prinsip serta keyakinan sebagai Muslim. Dia menolak ikut wajib militer dan berperang ke Vietnam karena tindakan semacam itu bertentangan ajaran kitab suci Alquran.

"Perang bertentangan dengan Quran. Saya tidak mencoba lari dari wajib militer. Seharusnya kita tidak berperang kecuali atas perintah Allah atau Nabi," kata Ali kala itu.

Dan belum lama ini, Ali kembali bersuara lantang. Pada Desember 2015 lalu, dia menentang keras ide dari salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang hendak melarang Muslim masuk ke negeri Paman Sam.

Trump yang memang dikenal anti-Muslim mencetuskan hal itu setelah munculnya aksi teror di Paris, Prancis. Ali sendiri menolak dan menegaskan bahwa aksi kekerasan dan tindakan brutal semacam itu tidak ada kaitan sama sekali dengan Muslim maupun Islam.

"Saya Muslim dan tidak ada kaitan Islam dengan pembunuhan orang tidak berdosa di Paris, San Bernardino, atau di tempat manapun di dunia," kata Ali.

"Muslim sesungguhnya tahu tindakan brutal seperti yang dilakukan oknum yang mengatas namakan jihad. Itu bertentangan dengan ajaran agama Islam," lanjutnya.

Dia juga menambahkan, pemerintah seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggungjawab untuk memberikan pemahaman sesungguhnya tentang Islam.

"Para pemimpin politik harus menggunakan posisi mereka untuk memberikan pemahaman tentang agama Islam dan menjelaskan bahwa teror seperti ini hanya berasal dari pandangan sesat seseorang tentang Islam," tutur Ali. (ase)