Marcell Siahaan

Marcell Siahaan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shalli Syartiqa

Kesukaannya pada musik rupanya membawa Marcell untuk ingin mendalami instrumen musik. Awalnya, ia ingin belajar gitar seperti sang kakak. Namun, karena merasa dirinya tidak ingin disamakan dengan kakaknya, perhatiannya lalu beralih ke bass, ini akibat pengaruh dari Gene 'The Demon' Simmons-nya KISS. Merasa masih kurang cocok juga, akhirnya Marcell lebih memilih instrumen drum yang disukainya saat melihat permainan alm. Eric 'The Fox' Carr yang juga pernah menjadi drummer KISS. Instrumen inilah yang akhirnya dia tekuni.

Sebuah kisah dimulai saat Marcell masih duduk di bangku SMP, saat sedang serius bermain skateboard, Marcell pun diajak oleh Robin 'Low' Malau, teman sang kakak yang mengajaknya untuk ngeband bersama. Kebetulan saat itu, keduanya sedang dilanda frustrasi karena sama-sama tidak bisa menonton konser Sepultura di Jakarta yang berlangsung pada 8 Juli 1992.

Sejak itu, Marcell pun memutuskan untuk serius bermusik dengan mengikuti kursus drum di lembaga musik Purwacaraka Music School, Bandung. Dalam hitungan bulan sebuah band hasil bentukan Marcell dan Robin yang diberi nama Puppen pun terbentuk. Nyatanya band yang dibentuk secara tidak sengaja itu tercatat merupakan salah satu band underground terkemuka di kota Bandung.

Walaupun terbilang underground, album-album Puppen laris terjual dengan cara yang tidak biasa melalui metode DIY (Do-It-Yourself) atau jemput bola pada pelanggan. Tercatat mereka sukses merilis dua album “Not A Pup” (EP) dan “MK II”.

Puppen akhirnya menjadi salah satu legenda musik underground Indonesia. Di saat yang bersamaan, Marcell juga sempat membuat beberapa kelompok acapella antara lain bernama Six of One, Falz No Boyz dan Smooth (yang terakhir ini adalah grup acapella bersama dengan Gail Monoarfa, mantan vokalis Yovie & The Nuno yang juga adalah adik kelasnya) dengan membawakan lagu-lagu dari Shai, 4pm, Color Me Bad dan Boyz II Men. Mereka sendiri manggung di acara-acara sekolah mereka di SMU St. Aloysius, Bandung. Tapi, semuanya hanya berlangsung sementara dan tidak berkomitmen untuk serius.

Pada 1998, Marcell akhirnya memutuskan keluar dari Puppen karena ia merasa Puppen tidak lagi membuatnya berkembang secara musikalitas dan lebih ingin berkonsentrasi melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Setelah itu namanya sempat tenggelam. Namanya baru kembali terdengar saat Marcell membentuk sebuah band beraliran modern rock bernama The Experimental Jetset yang juga berbasis di Bandung. Band ini sempat mengeluarkan sebuah album untuk kemudian bubar karena alasan ketidak cocokan visi dan komitmen.