Garda Bangsa dan Gerakan Diet Kantong Plastik

Kantong plastik.
Sumber :
  • http://www.gomuda.com/

DKN Garda Bangsa mempelopori diet plastik

Pada bulan Juli 2013, DKN Garda Bangsa telah melakukan kampanye puasa kantong plastik. Hal ini sebagai bentuk komitmen nyata DKN Garda Bangsa dalam mencegah rusaknya lingkungan dan perubahan iklim.

Melalui hashtag #PuasaKantongPlastik, DKN Garda Bangsa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup yang peduli/ramah terhadap lingkungan (green living). Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam perubahan iklim (climate change).

DKN Garda Bangsa mempelopori gerakan ramah lingkungan demi pembangunan berkelanjutan. Salah satu gerakannya adalah puasa kantong plastik yang telah dimulai sejak tahun 2007 dalam rangka mengurangi (reduce) penggunaan kantong plastik.

Bagi DKN Garda Bangsa, perjuangan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari perjuangan menjaga doktrin ajaran Islam. Sebab dalam doktrin ajaran ahlu sunnah wal jamaah, ekologi menjadi doktrin ajaran yang menempatkan wacana lingkungan bukan pada cabang (furu’), tetapi termasuk doktrin utama (ushul) ajaran Islam.

Memelihara lingkungan sama pentingnya dengan menjaga lima tujuan dasar Islam (Maqashid al-Syari’ah). Secara ekologi, konsep “tawazun” meniscayakan pemanfaatan alam yang tidak eksploitatif (israf) dan merusak lingkungan. Sementara ta’adul adalah keadilan, dalam kontek keseimbangan alam/lingkungan, konsep ta’adul merupakan pola integral dari tawassuth, tasamuh, dan tawazun. Keadilan inilah yang merupakan ajaran universal Aswaja.

Inilah cara pandang yang mendasari aktivitas dan juga gerakan puasa kantong plastik DKN Garda Bangsa. Dengan berbekal cara pandang yang inklusif ini, semoga dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, go green Indonesia. (Tulisan ini dikirim oleh Billy Aries, Wasekjend Garda Bangsa dan Praktisi Lingkungan, Jakarta)