Selamat Hari Lahir Pancasila, Indonesia Dulu dan Kini

Pancasila
Sumber :
  • U-Report

Lucunya lagi, para pemberantas korupsi yang jujur dan gagah berani malah ikut diberantas, dengan dalih pemalsuan identitas, dan sebagainya. Padahal mereka tidak sadar kalau mereka sendiri selama ini hidup dalam kepalsuan. Andai saja pejuang terdahulu masih hidup, pasti bambu runcing akan ia tancapkan di dada para koruptor.

Mungkin permasalahan beberapa waktu lalu yang marak terjadi di bangsa ini hanya bagian untuk menutupi dosa besar para penguasa dan pengusaha. Kasus reklamasi, penggusuran, pendidikan daerah tertinggal, dan korupsi hanya akan dijadikan tontonan lucu di hari kerja.

Lantas apa yang perlu dibanggakan sebagai penghuni bangsa ini? Bukankah penguasa dan pengusaha menjadi pemilik tanah di negeri ini? Bukankah tanah-tanah yang subur, lautan yang luas, semuanya telah terlarang? Lihat saja tulisan-tulisan angkuh, " Dilarang masuk tanah ini milik negara!”, “Dilarang memacing ikan, tempat ini milik PT... !!!”

Kalau kalian warga Indonesia, pasti tahu dan pernah melihat larangan-larangan seperti di atas. Kalau Anda penduduk pribumi, pasti kenal dengan para penguasa terhormat. Kalau kita tidak dilanda korupsi, mungkin bangsa kita akan sejahtera. Tetapi karena Indonesia bukan milik kita lagi, maka ada harga untuk sebuah kemiskinan yang harus kita bayar. Mari melawan penjajah dan jangan menjajah bangsa sendiri! (Tulisan ini dikirim oleh Ikbal Dg.Abbas, mantan Ketua PMII Rayon Sastra UMI, Makassar)