Belajar dari Rasa Sakit Hati
- U-Report
Tapi nilai itu ternyata menjadi satu tonggak untuk paham banyak hal. Bahwa ketika nilai itu berada di rapor, entah kenapa teman-teman perempuan menyoraki saya lalu menganggap saya bodoh. Untuk nilai lima yang hanya satu itu, saya dikucilkan oleh mereka yang sebelumnya juga tidak memiliki nilai di atas saya. Saya sakit hati untuk nilai lima itu tapi saya berusaha keras agar nilai lima itu berubah.
Perjuangan untuk mendapatkan perubahan nilai itu yang berat karena harus fokus pada buku dan keyakinan penuh untuk menyadarkan teman-teman bahwa nilai itu yang salah, bukan saya. Di penghujung semester, sakit hati yang saya olah menjadi suatu bentuk keyakinan dengan giat belajar itu berubah menjadi nilai lain yang membuat teman-teman yang menyudutkan saya diam. Terlebih ketika guru mengumumkan prestasi lain sebagai murid dengan nilai tertinggi nomor tiga di kelas.
Saya juga sakit hati ketika teman-teman tidak mau mengajak saya ke kolam renang untuk berenang karena saya dianggapnya tidak bisa berenang. Walaupun saya pada akhirnya bisa berenang, teman-teman beranggapan bahwa cara saya berenang kacau-balau. Justru karena dikecilkan seperti itu, saya berjuang keras untuk bisa berenang.
Menutup telinga untuk fokus pada kemampuan bisa berenang. Lalu tersenyum sendiri ketika mampu melompat dari papan lompat sambil menghadap ke teman-teman dan meluncur hingga ke dasar untuk kemudian timbul kembali. Sakit hati yang hanya membuat kita duduk diam tak bergerak bahkan hanya menangisi nasib hanya akan membuat sakit hati itu berputar di ranah sakit hati, bukan ranah lain yang harusnya menjadi fokus dalam tujuan hidup kita.
Sakit hati yang berikutnya adalah ketika saya menyadari bahwa memiliki tubuh yang gemuk adalah tidak menyenangkan. Apalagi di saat tumbuh kembang sebagai remaja. Selalu saja ada mulut usil yang mengatakan hal yang buruk seolah bertubuh gemuk adalah kutukan. Sakit hati itu membuat saya justru semakin mengolah prestasi di bidang penulisan. Melecut diri sendiri dan yakin pada suatu saat cara saya ini akan mendatangkan banyak kebahagiaan untuk saya.