Perjuangan Ibu Menghidupi Buah Hatinya
- U-Report
Baru pukul delapan pagi warung nasi dan lontong sayur ibu sudah habis terjual. Hanya meninggalkan satu atau dua potong gorengan saja. “Alhamdulillah, kalau setiap hari habis terus ibu bisa membayar utang-utang kita hingga lunas,” ucap ibu.
Hingga saat ini, warung nasi dan lontong sayur ibu masih berdiri gagah. Berkat kerja keras ibu selama ini, ia bisa menghidupi anak-anaknya hingga mereka bekerja. Jerih payah dan tekad ibu dalam mengubah nasib sungguh besar. Tidak peduli pahitnya masa lalu yang dihadapi ibu, yang terpenting baginya adalah bagaimana cara mengubah nasib dan membiayai sekolah anak-anaknya setinggi-tingginya.
Pesan yang selalu ibu katakan kepada anak-anaknya adalah, bahwa kita tidak boleh mengeluh dalam menjalankan hidup di dunia ini. Seburuk apapun masa lalu yang telah kita lewati, ingatlah masa depan yang akan kita hadapi nanti masih suci.
(Tulisan ini dikirim oleh Febrian Ramadan, mahasiswa Universitas Nasional, Jakarta)