Dagang Online, UMKM Didorong Lebih Kreatif

Ilustrasi UMKM.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Grebeg UMKM Go Online di Kota Padang telah selesai dilaksanakan selama dua belas hari. Kegiatan yang dipusatkan di pasar-pasar tradisional di kota Padang, dan sekitarnya berhasil menjaring lebih kurang 2.000 UMKM untuk mulai berdagang online. 

img_title KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, Usaha Es Buah Jadi Laundry Express

Ke depan para pedagang yang sudah membuka kios online kemudian akan terus didorong agar lebih dominan bersaing di pasar digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Ekonomi Digital (Ekodig), Kementerian Kominfo Sumarno mengapresiasi Tim Pandu Digital yang melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pedagang UMKM selama acara berlangsung. 

img_title Bukan Sekadar Jual Kebab! Kebab Endul Sukses Tumbuh Berkelanjutan Lewat Zero Waste dan LinkUMKM BRI

Ia berharap, nantinya para pedagang UMKM yang terjaring untuk go digital ini akan lebih kreatif memanfaatkan platform marketplace. Khususnya untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan yang diperolehnya.

“Semoga ini menjadi awal bagi para pedagang UMKM untuk go online. Para pedagang UMKM yang kreatif dalam peningkatan penjualan dengan cara memperluas cakupan pasar sehingga mampu meningkatkan pendapatan,” kata Sumarno dikutip dari keterangannya, Jumat 9 Agustus 2019. 

img_title Semangat UMKM, Semangat Angkringan 66

Grebeg Pasar UMKM Go Online diselenggarakan oleh Ditjen Aplikasi Informatika, Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo RI di berbagai kota yang dipusatkan di pasar-pasar tradisional. Program ini melibatkan relawan yang tergabung dalam Pandu Digital dan para pedagang UMKM.

Mereka diberikan sosialisasi dan pendampingan agar bisa membuka toko online di marketplace yang sudah tersedia seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dan marketplace lainnya. 

"Acara ini bertujuan agar para pedagang UMKM segera masuk dan memanfaatkan marketplace yang lebih aman dan nyaman untuk meningkatkan pendapatan dengan memperluas basis pasar mereka," tambahnya. 

Khusus di Padang, acara tersebut, dimulai pada Rabu 24 Juli 2019 di Pasar Raya Padang dan berakhir di Pasar Bukit Tinggi pada Selasa 6 Agustus lalu.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanti Novita (42) salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang mengaku sebetulnya sudah mendengar tentang jualan online lewat marketplace. Sayang dia tidak faham bagaimana cara untuk mendaftar sebagai penjual. Padahal ia telah memiliki aplikasi pembeli. 

“Untung ini ada pandu digital yang bantu, diajarkan sampai saya bisa upload produk. Terima kasih Kominfo,” ucap Novi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut