Putra Mahkota Dituding Otak Peretasan Bos Amazon, Saudi Meradang

Jeff Bezos, CEO Amazon.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Arab Saudi membantah bahwa Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohamad bin Salman alias MBS menjadi dalang peretasan dan penyadapan atas data telepon bos Amazon Jeff Bezos. Sebelumnya disebutkan bahwa dari data penyelidikan telepon Bezos, di data yang dipaparkan tampak indikasi pesan dari nomor yang disebut adalah nomor telepon Pangeran MBS.

img_title Amazon Mulai Pangkas Pekerja di Singapura, Ratusan Karyawan Jadi Korban

Dikutip dari laman BBC, Kedubes Saudi di Amerika Serikat buru-buru membantah hal tersebut. Pihak Saudi menilai tudingan itu sangat absurd dan meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebut bahwa peretasan telepon Bezos itu ada kaitannya dengan pembunuhan kolumnis Washington Post yang juga warga Saudi, Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

img_title Ngeri! Amazon Pakai AI untuk Rekrut Massal, Wawancara Kerja Tatap Muka Mulai Ditinggalkan

Menurut koran Inggris Guardian, telepon Bezos diretas tak lama setelah menerima pesan pribadi dari nomor Mohammad bin Salman sendiri. Sementara Financial Times juga melaporkan bahwa hasil investigasi mengindikasikan data yang dibagikan dari telepon Bezos ke nomor Pangeran MBS setelah dia menerima video terenkrepsi dari Putra Mahkota Saudi.

Bukan kali pertama Saudi dihubungkan dengan peretasan telepon CEO Amazon Jeff Bezos. Tahun lalu hasil penyelidikan atas pendiri Amazon itu juga menyebutkan bahwa Arab Saudi merupakan otak di balik peretasan data bos Amazon.

img_title Serangan Iran Menghantam Fasilitas Cloud Amazon di Bahrain

Selain itu ada seorang yang bernama Gavin de Becker yang disewa Bezos untuk menyelidiki dan akhirnya mengetahui bahwa pesan-pesan pribadi Bezos sudah bocor termasuk ke tabloid AS National Enquirer.

Kantor Pusat Amazon.

Amazon Seng Ada Lawan

Mengapa Amazon, yang diluncurkan Jeff Bezos pada 1995 sebagai toko buku online dari garasi sewaan, memiliki begitu sedikit pesaing serius di Barat dalam hal e-commerce?

img_title
VIVA.co.id
18 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut