Mengalami Kram Saat Bercinta

Tanya:
Pernikahan saya (31) baru memasuki usia tiga bulan. Masalahnya, saya sering mengalami kaki kram di sekitar pangkal paha ketika berhubungan intim. Rasa ini biasanya muncul saat menjelang orgasme. Apakah hal ini terjadi karena posisi bercinta salah? Atau, Apakah penyebabnya karena, tubuh kekurangan Zinc (Zn)?
 
dxxx@yahoo.com

Jawab:
Penyebab kram yang dialami saat bercinta, kemungkinan karena Anda tidak merasa nyaman saat melakukan posisi bercinta. Bisa jadi karena Anda membuka kaki terlalu lebar selama bercinta. Biasanya, kondisi ini terjadi bila posisi Anda berada di bawah suami (misionaris). ‘Aksi’ ini dapat menekan pembuluh saraf di sepanjang kaki, sehingga timbulah kram.

Selain itu, posisi lain yang bisa menimbulkan rasa kram di bagian kaki adalah posisi menyamping. Mungkin saja ada otot-otot tertentu yang 'menolak' atau bekerja lebih keras dari otot yang lain, sehingga menyebabkan kram. Maka itu, untuk mencegahnya

Jika memang itu penyebabnya, cobalah ganti gaya bercinta. Misalnya, posisi Anda berada di atas suami. Serta cobalah untuk tidak berbaring dengan bertumpu pada tangan kanan. Keadaan ini lebih menguntungkan Anda, sebab posisi ini tidak menekan panggul Anda. Jangan ragu untuk bereksperimen, karena setiap orang memiliki kepekaan otot yang berbeda satu sama lain.

Kram bisa juga terjadi karena otot-otot terlalu tegang. Jadi, cobalah untuk bercinta dengan lebih relaks. Dengan otot yang lebih kendur, gairah bercinta Anda tak hilang atau berkurang, kok. Mulailah selalu dengan foreplay, seperti halnya pemanasan dalam olahraga, karena salah satu risiko melewatkan foreplay adalah timbulnya kejang otot. Untuk mencegahnya, ada baiknya Anda mengubah posisi seks.

Selain itu, asupan air putih ke dalam tubuh ternyata berhubungan juga dengan tubuh kram. Menurut sebuah penelitian, orang yang minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari akan lebih jarang mengalami kram otot dibandingkan orang yang jarang mengkonsumsi air putih.

Karena itu, minum air putih minimal 8 gelas sehari sangat dianjurkan. Dengan begitu, diharapkan segala aktivitas seksual Anda tidak lagi terganggu oleh terjadinya kram pada otot.

Namun, bila Anda masih mengalaminya, walaupun sudah mengubah posisi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.