Santap Cantik di Bar Gula-Gula

dessert bar di Bakerzin
dessert bar di Bakerzin
Sumber :
  • dok. bakerzin

VIVAlife - Bar biasanya ditujukan untuk menyajikan berbagai minuman mulai dari kopi, anggur hingga cocktail. Namun, Jakarta punya bar jenis baru yang justru menyajikan beragam hidangan penutup nan menggugah selera. Bakerzin kini membuka kafenya dengan mengusung konsep baru yakni dessert bar, setelah kurang lebih 11 tahun hadir di Indonesia sebagai restoran berkonsep dessert cafe casual dining.

"Kami mencoba menginterpretasikan bar dengan gaya baru yakni menampilkan dan menyajikan dessert," ucap Ellen Widodo, Asistant General Manager Bakerzin Indonesia yang ditemui di acara re-opening Bakerzin, di Plaza Senayan, kemarin.

Hampir sama dengan bar minuman biasa, dessert bar memiliki etalase kaca raksasa yang berisi beragam hidangan penutup yang menggoda mata, mulai macaroon, mousse dan juga berbagai jenis cake cantik. Uniknya, jika bar lain memamerkan rak-rak tinggi berisi botol minuman, di dessert bar, Anda akan menemukan toples berisi permen dan topping dessert. Menarik bukan?

Selain penampilannya yang catchy, di dessert bar ini Anda dapat melihat langsung pembuatan makanan penutup nan cantik itu. Anda juga bisa berinteraksi langsung dengan barista dan pastry chef.

Dengan konsep barunya ini, Bakerzin lebih mengkhususkan pada jenis gourmet dessert dengan penyajian yang elegan dan berkelas, yang kerap hanya disajikan di restoran fine dining.

Terdapat beberapa menu gourmet dessert yang menjadi andalan diantaranya yakni Red Velvet Lava dan Deconstructed Foret Noir. Lava cake yang biasanya menggunakan cokelat sebagai bahan utamanya diganti dengan kue red velvet lembut berwarna merah yang disajikan bersama krim keju dan es krim vanila.

Saat diiris, lelehan krim berwarna merah di dalamnya mengalir bagaikan lava. Sedangkan bagi Anda yang menyukai kue dengan cita rasa yang kuat, Deconstructed Foret Noir bisa menjadi pilihan. Kue brownies bertekstur lembut dengan sentuhan rum yang tajam akan membuat Anda enggan berhenti mengunyah.