"Rhoma Sudah Pikirkan Bangsa Jauh Sebelum Jokowi"

Rhoma Irama.
Rhoma Irama.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

VIVAnews - Meski belum resmi diusung sebagai calon presiden (Capres) di 2014 nanti, namun nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo selalu menjadi pusat perhatian sejumlah elite politik. Tak terkecuali Raja Dangdut Rhoma Irama, yang digadang-gadang jadi capres dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun saat disinggung lebih jauh seputar penilaian popularitas serta keyakinannya mengalahkan Jokowi, Rhoma tampak enggan menanggapinya. Pelantun dangdut 'Begadang' ini hanya mengatakan semua sudah diatur Allah.

“Jabatan itu Allah yang tentukan. Sudah ya,” ucapnya singkat usai melakukan blusukan di sebuah pesantren di Depok, Minggu 10 November 2013.

Berbeda dengan Rhoma, Ketua LPP DPC PKB Depok, Edi Faisal, mengatakan, Jokowi dan Rhoma memiliki kemampuan berbeda. Rhoma, kata Edi, dirinya mengklaim telah memilki konsep yang cukup matang. Bedanya dengan Jokowi, Rhoma sudah melakukannya secara teknis.

“Ya seperti yang tadi beliau sempat katakan dalam pidatonya, jauh sebelumnya Rhoma telah memikirkan bangsa ini. Hal itu dibuktikan dengan lirik-lirik lagu yang hampir semuanya bernuansa kritikan dan berbau sosial,” jelas Edi.

“Yang jelas Rhoma melihat Jokowi sebagai mitra. Hanya saja Rhoma lebih unggul.  Dia selain tokoh politik, juga seniman dan pendakwah.”


Ketika disinggung soal nama terkuat dari tiga capres yang diusung PKB, Edi mengaku saat ini PKB masih fokus membenahi partainya. Nama capres resmi nantinya akan terpilih usai Pemilihan Legislatif.

“Partai masih berharap para capres yang ada seperti Pak Jusuf  Kalla, Mahfud MD dan Rhoma Irama membesarkan dan memberikan kontribusinya untuk partai. Sejauh ini Rhoma Irama-lah yang paling berkeringat. Namun bukan berarti capres lain tidak, mereka punya cara masing-masing,” tutur calon anggota DPR RI tersebut.