Saham-saham di Wall Street Melemah

Suasana di Bursa Efek New York, Amerika Serikat.
Suasana di Bursa Efek New York, Amerika Serikat.
Sumber :
  • Reuters

VIVAnews - Sejumlah saham di bursa Amerika Serikat anjlok pada penutupan perdagangan Kamis waktu New York atau Jumat dini hari waktu Indonesia Barat, bereaksi negatif setelah pasar memperkirakan indeks manufaktur China turun.

Selain itu, seperti dikutip dari CNBC, Jumat 24 Januari 2014, pelemahan bursa saham Amerika Serikat juga terpengaruh negatif terhadap rilis data Departemen Tenaga Kerja AS yang menyebutkan klaim pengangguran di negara itu meningkat atau di level terendah dalam enam minggu.

"Wall Street turun, sebagian besar berasal dari kekhawatiran tentang China. Pertumbuhan ekonomi dan tekanan pada pinjaman China membebani pasar," ujar Robert Pavlik, Chief Market Strategist Banyan Partners.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 175,99 poin (1,1 persen) ke level 16.197,35. Indeks S & P 500 juga melemah 16,40 poin (0,9 persen) ke level 1.828,46. Pelemahan indeks S & P 500 karena terpukul oleh pelemahan saham sektor keuangan, hanya saham sektor telekomunikasi yang naik.

Sementara itu, indeks Nasdaq merosot 24,13 poin (0,6 persen) menjadi 4.218,87.

Saham Netflix melonjak setelah pasar memperkirakan pertumbuhan pelanggan di atas ekspektasi, sedangkan saham McDonald merosot setelah pasar memperkirakan pendapatan kuartal pertama tahun ini pada jejaring perusahaan makanan cepat saji lebih rendah.

Saham Asia juga jatuh setelah perkiraan indeks manufaktur China oleh pasar jatuh ke 49,6, lebih rendah dari perkiraan pasar sebelumnya 50,5 pada Januari.

Sementara itu, indeks manufaktur kawasan Euro pada Januari ini diperkirakan naik menjadi 53,9 dari sebelumnya 52,7. Menurut data yang dirilis oleh Markit, pertumbuhan manufaktur Amerika Serikat juga diperkirakan melambat pada Januari. (ren)