Usut Pencucian Uang Wawan, KPK Periksa Bos Dealer Mobil Mewah

KPK Segel Mobil Milik Suami Airin
KPK Segel Mobil Milik Suami Airin
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, Jumat 24 Januari 2014. Salah satunya Direktur Utama Auto One Super Garage, Muliawan Kamal.

Auto One Super Garage diketahui merupakan distribusi resmi mobil-mobil mewah di Indonesia, seperti Chrysler, Jeep, dan Dodge. "Diperiksa sebagai saksi untuk TCW (Tubagus Chaery Wardana)," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha.

Selain Muliawan Kamal, penyidik juga  menjadwalkan pemeriksaan atas pegawai PT Astra Sedaya Finance, Riadi Prasodjo serta seorang petugas keamanan bernama Dadang Tomi. Keduanya juga diperiksa untuk Wawan.

KPK sendiri masih terus mengusut aset-aset milik Wawan yang juga suami Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan itu. Wawan sendiri diketahui memiliki belasan mobil yang tergolong mewah. Hal tersebut diketahui saat penyidik KPK menggeledah rumahnya di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 3 Oktober 2013.

Penyidik menemukan 11 mobil mewah di rumah adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah tersebut. Mobil tersebut antara lain: dua buah mobil Ferrari berwarna merah bernopol B 888 CNW dan B 888 GES, sebuah mobil Lamborghini Gallardo putih bernopol B 888 WHN, mobil Nissan GT-R putih, mobil Rolls Royce hitam B 888 CHW, mobil Camry hitam, Lexus hitam, mobil Kijang Innova nopol  B 1558 RFY, Bentley nopol B 888 GIF, Land Cruiser bernopol B 888 TCW, dan Land Cruiser bernopol B 1978 RFR. Selain itu, nampak juga motor Harley Davidson B 3484 NWW.

Diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Wawan di rumahnya pada 2 Oktober 2013 karena diduga terlibat dalam penyuapan Akil Mochtar yang kala itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. Wawan dididuga mengalirkan uang Rp1 miliar ke Akil melalui pengacara Susi Tur Andayani. 

Tak berselang lama, KPK kemudian menetapkan Wawan sebagai tersangka dan menjerat yang bersangkutan dengan pasal pencucian uang. (eh)