Semua Indikator Saham di Wall Street Menguat

VIVAnews - Perdagangan saham di bursa Wall Street menunjukkan tanda-tanda pemulihan saat semua indikator saham ditutup menguat pada Kamis sore, 31 Oktober 2008 waktu New York (Jumat pagi WIB). Perkembangan itu terpicu oleh antusiasme para investor atas kebijakan sejumlah bank sentral beberapa negara - termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Cina - yang menurunkan tingkat suku bunga Kamis lalu.

Indeks saham industri Dow Jones menguat 189,73 poin (2,11 persen) menjadi 9.180,69 dan indeks S&P 500 juga naik 24 poin (2,58 persen) ke level 954,09. Begitu pula dengan indeks saham teknologi Nasdaq yang bangkit sebesar 41,31 poin (2,49 persen) ke level 1.698,52. Bahkan indeks saham perusahaan-perusahaan kecil, Russell 2000, juga naik 4,75 persen atau 23,30 poin ke level 514,18.
 
"Sepertinya pasar tengah mengalami kondisi yang baik hari ini [Kamis waktu New York]," kata Alan Gayle, pengamat dari Ridgeworth Capital Management. "Sikap yang pesimistis dan skeptis telah menjadi mode pemikiran yang dominan, dan itulah kenapa pasar kini lebih siap melakukan perubahan (rebound)," lanjut Gayle.

Perkembangan di lantai bursa tersebut juga menunjukkan bahwa para investor sepertinya juga sudah jenuh dengan laporan-laporan pesimistis yang sering muncul, seperti laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) mengenai turunnya produk domestik bruto (GDP) hingga 0,3 persen pada kuartal ketiga tahun ini. Padahal itu merupakan persentase terendah dalam tujuh tahun terakhir.

Namun kalangan pengamat mengingatkan bahwa jangan terlalu gegabah untuk menyimpulkan bahwa pasar mulai bergerak stabil. Itu karena bursa masih sangat rentan untuk kembali anjlok. Menurut Richard Cripps, pengamat dari Stifel Nicolaus, bisa dibilang saat ini bursa "tengah mengambil nafas" sambil menanti perkembangan berikut dari kondisi ekonomi AS dan dunia. (AP)