Ketua Lembaga Sensor Film, Ahmad Yani Basuki

Indonesia Defisit Film Anak-anak

Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia Ahmad Yani Basuki
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Lalu apa fungsi lembaga ini?

img_title Netflix Hadir di Indonesia, Ini Tanggapan LSF

Memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak negatif yang timbul dari peredaran dan pertunjukan film dan iklan film.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimana mekanisme LSF dalam menyensor film?

img_title Iran Tidak Akan Buka Kembali Selat Hormuz Selama Trump dan Netanyahu Masih Berkuasa

Paradigma baru LSF, pengertian sensor itu tidak seperti dulu. Kalau dulu kan kita bener-bener sensor kita potong di sini. Pola kita juga sudah berubah. Kita di sini kalau ada film kita tunjukkan revisinya dimana saja dan apa saja. Kemudian, film itu kita kembalikan kepada yang punya film untuk diperbaiki. Jadi mereka yang memotong dan mengolah kembali film mereka sendiri. Itu bedanya dengan dulu.

Bagaimana dengan klasifikasi usia?

img_title 'Cepirit' saat Pertandingan HYROX di China, Atlet Australia Ini Akhirnya Minta Maaf dan Mundur

Tugas LSF juga dominan pada klasifikasi film sesuai usia. Jadi salah satu unsur sensor terkait dengan batasan usia. Kalau klasifikasi film semua umur, berarti batasannya semua umur. Kemudian remaja atau umur 13 tahun ke atas. Terus 17 tahun ke atas, dan 21 tahun ke atas. Itu klasifikasinya.

Bagaimana alur sensor film?

Pembuat atau pemilik film mendaftarkan filmnya ke sini. Setelah didaftarkan secara administrasi melalui sekretariat, kontennya diserahkan kepada kita untuk disensor. Jika ada revisi dan revisinya mudah dipahami kita kembalikan kepada yang punya. Biasanya, kalau yang punya sudah cukup paham dan gak ada persoalan, dia langsung selesaikan sendiri.

Bagaimana dengan proses revisinya?

Gambarannya begini. Kalau film itu remaja, atau kita melihat film ini utuh dulu. Oh, film ini pasnya untuk remaja. Kalau remaja itu kan 13 tahun. Kita anggap sepatutnya ini untuk remaja. Tapi kalau ternyata di tengah ada suatu adegan yang tidak patut untuk remaja, maka adegan itu kita minta dipotong. Tapi kalau yang punya film menolak, kita kasih tawaran, filmnya untuk masuk klasifikasi 17 tahun ke atas.

Jadi mereka diberi pilihan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iya. Dikasih pilihan mau tetap di remaja atau upgrade ke dewasa. Karena kalau terlalu banyak dipotong mereka merasa tidak pas dan tak sesuai target dan skenario sehingga dia memilih seperti itu.

Jadi ada proses diskusi dan dialog dengan mereka?

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut