Harga Minyak Turun, Iran Siap Bicara dengan Arab Saudi

Ilustrasi Kilang Minyak
Sumber :
  • REUTERS
VIVA.co.id
- Menteri Perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, mengatakan pada Selasa atau Rabu dinihari WIB bahwa Teheran siap untuk bernegosiasi dengan Arab Saudi atas kondisi saat ini di pasar minyak dunia. 

"Kami mendukung segala bentuk dialog dan kerja sama dengan negara-negara anggota OPEC, termasuk Arab Saudi," kata  Bijan Zanganeh seperti dialporkan Press TV yang dilansir dari CNBC, Rabu 10 Februari 2016. 

Harga minyak mentah di bursa New York sempat anjlok hingga delapan persen pada perdagangan Selasa waktu setempat, merespons bertambahnya cadangan minyak mentah dan perkiraan bahwa permintaan global tidak akan tumbuh cukup cepat untuk menghabiskan kelebihan persediaan dalam waktu dekat. 

Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel pada pekan lalu, lebih rendah dari ekspektasi analis sebanyak 3,6 juta barel. Sedangkan persediaan bensin di AS Naik 3,1 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi analis sebanyak 400 ribu barel. 
Rela Antre Demi Kurma Gratis di Pekan Kebudayaan Arab
 
Minyak mentah berjangka Brent ditutup turun US$2,04 atau 6,17 persen di level US$30,85 per barel. Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS turun US$1,75 atau 5,89 persen ke level US$27,94 per barel dan ditutup turun US$1,25 atau 4,18 persen ke level US$28,53 per barel. 
Pengunjung Pekan Kebudayaan Arab Saudi Membludak
 
Karena kelebihan persediaan tersebut, harga bensin di AS turun hampir lima persen menjadi 91 sen per galon. (ren)
Khawatir Pasokan Terus Melimpah, Harga Minyak Anjlok
 
 Rig minyak

Stok Minyak Dunia Melimpah, Harga Terus Jatuh

Produksi minyak Arab Saudi mencapai rekor tertinggi pada Juli 2016.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2016