Saham Ancol dan Intiland Terseret Skandal Agung Podomoro

Reklamasi Teluk Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Harga saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dan PT Intiland Development Tbk (DILD) ikut melorot pada perdagangan saham hari ini. Menyusul, adanya indikasi tindakan korupsi yang dilakukan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dalam proyek reklamasi pantai utara (Pulau G) Jakarta

Pada penutupan sesi pertama perdagangan siang ini, Senin 4 Maret 2016, saham PJAA merosot 2,07 persen, atau 40 poin ke level Rp1.890 per saham. Sementara ?itu, DILD melemah 10 poin, atau 1,96 persen ke posisi Rp500 per saham.
 
Dua emiten tersebut, diketahui juga menjadi bagian yang ikut dalam proyek 17 pulau reklamasi. Di mana, Ancol mendapatkan empat pulau dan Intiland sebanyak satu pulau.
 
Baca juga:
 
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan, pelemahan saham kedua emiten tersebut juga terdorong sentimen negatif dari bursa regional, sehingga faktor adanya dugaaan korupsi dalam proyek pulau reklamasi hanya bagian dari sentimen negatif yang berhembus.
Gerhana Usai, Pengunjung Planetarium Tinggalkan Lokasi
 
"Ya, ada terkena imbas juga dengan ditetapkannya Dirut APLN sebagai tersangka oleh KPK," ujarnya di Jakarta.
Begini Posisi Gerhana Matahari di Ancol, Pagi Ini
 
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Dirut APLN Ariesman Widjaja menjadi tersangka pemberi suap kepada anggota DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Saat pembukaan pasar pagi tadi, saham APLN langsung anjlok 10 persen.
Intiland 'Hati-hati' Bikin Proyek Baru
 
Saham berkode APLN itu merosot 10 persen, atau 30 poin ke level Rp270 dari posisi penutupan pada perdagangan akhir pekan kemarin, di posisi Rp300 per saham. APLN sendiri mendapatkan satu pulau dari 17 pulau reklamasi. (asp)
Para menteri hasil reshuffle kabinet jilid dua pada 2016 lalu.

Regulator dan Pelaku Usaha Sepakat Reshufflle Langkah Tepat

Masuknya Sri Mulyani akan berdampak positif terhadap sistem keuangan.

img_title
VIVA.co.id
28 Juli 2016