Indonesia Berguru ke China Soal Teknologi Enzim

Kerja Sama BPPT dengan China
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

Diketahui, pengembangan teknologi enzim ini diarahkan untuk aplikasi enzim di industri seperti industri pakan ternak, industri pengolahan kayu dan kertas, industri kimia dan lainnya.

img_title BPPT Pesimis Target Jokowi Soal Energi Terbarukan

Sedangkan teknologi biofertilizer diharapkan dapat mendukung sistem pertanian hijau yang menggunakan konsep pupuk berimbang, untuk meningkatkan produktivitas dan tetap menjaga kualitas lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT , Eniya Listiani Dewi menambahkan dalam mendorong ketahanan pangan melalui kolaborasi riset ini, akan dikembangkan enzim fitase untuk pakan ternak.

img_title Murah, Teknologi Olah Sampah Sawit Jadi Bahan Bakar

"Industri enzim di Indonesia semua berasal dari bahan kimia. Kita akan kembangkan dari biomassa," kata Eni.

Chief Executive Officer (CEO) Qingdao Vland Biotech Group Co. Ltd, Chengang, berharap kerja sama berupa transfer teknologi dan pemanfaatan laboratorium bersama tersebut berjalan sukses serta menguntungkan kedua negara.

img_title Teknologi Pemusnah Sampah DKI Masih Hasilkan Racun

"Perusahaan kami bergerak di riset dan pengembangan. Kami memiliki 200 orang yang di bidang riset dan pengembangan itu," ujarnya.

Dalam kolaborasi riset ini, China akan mendukung dana US$1 juta dan BPPT bertindak untuk penyaluran dana tersebut. (ase)

Minum Obat Antibiotik

BPPT Kembangkan Antibiotik yang Sempat Mati Suri

BPPT gandeng dua lembaga kembangkan antibiotik Sefalosporin.

img_title
VIVA.co.id
7 Juni 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut