Setengah Tahun 2016, Laba Ramayana Naik 179,7 Persen

Toko baju
Sumber :
  • Pertokoan

VIVA.co.id - PT Ramayana Lestari Sentosa mencatat penjualan pada semester I 2016 sebesar Rp4,3 triliun. Artinya saat ini Ramayana telah mencapai 52,6 persen dari target 2016 sejumlah Rp8,3 triliun.

Aprindo Sebut Industri Ritel Pulih Kalau Pandemi Sudah Jadi Endemi

"Jumlah ini 27,1 persen lebih tinggi dibandingkan penjualan periode yang sama pada 2015 berjumlah Rp3,4 triliun," kata Sekretaris Korporasi Setyadi Surya di BEI Jakarta pada Kamis, 4 Agustus 2016.

Kemudian, biaya operasional alami peningkatan juga. Peningkatan sebesar 12,4 persen menjadi Rp941,4 miliar, dari Rp837,9 miliar pada semester I 2015.

Curhat Pelaku Industri Ritel Tak Diajak Koordinasi Soal PPKM Darurat

Namun, laba operasional semester I 2016 juga mengalami kenaikan dari Rp32 miliar atau 0,9 persen margin laba operasi pada periode sama 2015, menjadi Rp250,5 miliar.

Saat ini, Ramayana mengungkapkan laba kotor 2016 lebih tinggi dibandingkan 2015, dengan tingkat margin kotor mencapai 27,4 persen dari jumlah penjualan. Perolehan laba kotor 2016 menunjukkan Rp1,2 triliun, sedangkan 2015 Rp856,5 miliar. Sehingga, kenaikan margin sebesar 39,6 persen.

Pandemi COVID-19, Belanja Ritel Masyarakat Membaik di Akhir Tahun

Lalu, peningkatan terjadi di laba bersih, dari Rp 90,8 miliar menjadi Rp254,1 miliar. "Laba bersih pada semester I 2016 meningkat 179,7 persen atau margin laba bersih mencapai 5,8 persen dari total penjualan bersih enam bulan pertama 2016," ucapnya.

Sementara itu, pendapatan bunga semester I 2016 menurun sebesar 4,6 persen, yaitu dari Rp49,3 miliar menjadi Rp47,1 miliar.

Biaya operasional dan laba kotor diungkapkannya tidak terlepas dari musim lebaran yang lebih maju dibandingkan 2015.

Dukung pemerintah pencapaian ekonomi 2024

Misi Pemerintah Lewat Transformasi Digital Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2% di 2024

Perlu adanya transformasi struktural dengan kuatkan pasar dalam negeri, sebut saja salah satunya transformasi digital untuk penguatan rantai pasok dan logistik nasional.

img_title
VIVA.co.id
29 Maret 2024