Studi: Bayam Bisa Deteksi Bom dan Peledak

Ilustrasi bayam deteksi bom
Sumber :
  • www.washingtonpost.com/Christine Daniloff/MIT

VIVA.co.id – Peneliti Institut Teknologi Massachussets (MIT) Amerika Serikat menemukan cara yang brilian untuk mendeteksi adanya bom maupun peledak. Caranya, yaitu melalui tanaman bayam. 

img_title Bangun Critical Thinking Anak Lewat Eksperimen Sains yang Seru dan Interaktif

Ya, di tangan peneliti MIT, bayam bisa mendeteksi bom atau peledak dan mengirimkan sinyal peringatan kepada peneliti secara nirkabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari The Washington Post, Rabu 2 November 2016, peneliti menjelaskan bagaimana bayam bisa menjalankan misi mengendus bom tersebut. 

img_title Dokter Indonesia Dapat Kesempatan Berkarier di Korea

Bayam bisa mendeteksi bom berkat karbon silinder tanaman tersebut, yang dipasang oleh peneliti. Dalam jurnal Nature Materials, mereka menjelaskan, karbon tersebut bisa mendeteksi senyawa kimia nitroaromatik, yang sering dipakai dalam sebuah bom atau peledak. 

Bayam bisa sampai mendeteksi senyawa peledak itu lantaran juga kemampuannya menyerap udara dan air tanah dari lingkungan sekitarnya. 

img_title Yayasan Sativa Nusantara Resmi Serahkan Policy Brief Ganja Medis

Begitu mengendus adanya nitroaromatik, tabung nano karbon pada bayam akan memancarkan sinyal berpendar. Sinyal tersebut bisa dideteksi oleh kamera inframerah dan dikirimkan ke komputer atau smartphone. Selanjutnya, data sinyal itu akan dikirimkan ke email untuk sampai ke penerima. 

"Ini demonstrasi baru, bagaimana kita telah mengatasi kendala komunikasi manusia dan tanaman. Anda bisa menerapkan teknik ini pada tiap tanaman, mengubah mereka menjadi sejenis sensor," ujar pemimpin studi Michael Strano yang merupakan insinyur kimia MIT. 

Dalam studinya, tim Strano mengembangkan sensor nano yang terbuat dari karbon. Tim membuat sensor yang mampu mendeteksi oksidi nitrik, polutan yang dihasilkan dari pembakaran, hidrogen peroksida, bahan peledak TNT, sampai gas sarin yang kerap dipakai sebagai senjata kimia. 

Saat mencoba kemampuannya, peneliti menyiram akar bayam dengan bahan yang terkontaminasi dengan nitroaromatik. Kemudian, peneliti menunggu reaksinya, dan sekitar 10 menit, tabung nano karbon pada bayam mulai memancarkan cahaya inframerah dan mengirimkan sinyal bahayanya.

Strano menjelaskan, teknik deteksi pada bayam itu mengambil kemampuan interaksi tanaman pada lingkungan yang telah terasah selama ratusan juta tahun lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tanaman sangat bagus dalam konteks analitik kimia,” tutur Strano. 

Dia melanjutkan, meski tanaman diam tidak bisa bergerak dalam mencari pasokan makanan, tapi ternyata tanaman punya keunggulan dalam menyensor lingkungan sekitarnya, termasuk mendeteksi senyawa kimia yang umum dipakai dalam bahan peledak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut