Ini Cara Agar Tak Jadi Korban Pencurian Data Pribadi
- Halomoney.
Perhatikan tagihan dari bank dan berikan laporan kembali kepada bank apabila menemukan aktivitas pembayaran yang mecurigakan ditagihkan oleh bank tersebut.
3. Memberikan informasi pribadi lewat teleponÂ
Kenyataannya, memberikan informasi pribadi Anda kepada penelepon yang tidak dikenal merupakan sebuah hal yang tidak pernah aman, tanpa pengecualian siapa pun mereka. Identitas penelepon bisa dengan mudah dipalsukan dan seringkali digunakan untuk menipu korban.
Tips: Apabila Anda curiga dengan keaslian sebuah telepon dari bank, tutup telepon tersebut dan telepon kembali ke nomor bank Anda yang terdaftar.
4. Informasi kontak pribadi seperti, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, dan lainnya, tidak berharga bagi para pencuri identitas
Kenyataannya, semua informasi yang Anda masukan secara online, mulai dari foto yang Anda bagikan di media sosial sampai usia yang Anda daftarkan di situs belanja online favorit Anda, bisa disalahgunakan dan data-data tersebut harus dilindungi.
Tips: Pertimbangkanlah untuk memberikan informasi kepada orang lain apabila benar-benar dibutuhkan saja. Perusahaan sering menanyakan informasi pribadi yang tidak mereka butuhkan. Keputusan ada pada Anda untuk tidak memberikan informasi yang tidak ingin Anda berikan.
5. Belanja dan melakukan aktivitas perbankan secara online itu tidak aman?
Kenyataannya, melakukan kegiatan belanja dan perbankan secara online itu aman, selama Anda memilih dengan tepat di mana dan bagaimana Anda melakukannya.
Tips: Ingatlah untuk selalu memastikan keaslian sebuah situs sebelum menggunakannya. Belanjalah hanya apabila situs tersebut tersertifikasi Secure Sockets Layer (SSL). Hal tersebut bisa diidentifikasi dari simbol gembok yang muncul di samping kotak URL pada browser Anda pada saat situs tersebut loading.Â
Pastikan juga bahwa Anda terhubung dengan koneksi internet yang aman saat berbelanja dan melakukan kegiatan perbankan secara online di perangkat mobile Anda.
(ren)