Harapan Lembaga Sensor Film di Usia Satu Abad

HUT satu abad Lembaga Sensor Film
Sumber :
  • Bobby Agung/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Lembaga penyeleksi film luar dan dalam negeri yang ditayangkan di Indonesia, Lembaga Sensor Film (LSF), hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Satu abad perjalanan LSF, banyak pula cerita yang telah tersirat.

img_title Libur Lebaran 2025 Jadi Momentum Emas, 5 Juta Penonton Padati Bioskop, Menteri Ekraf Apresiasi Industri Film Nasional

Ketua LSF Ahmad Yani Basuki menceritakan perjalanan lembaganya telah menyiratkan banyak hal mengenai dunia perfilman dalam kehidupan bangsa dan negara. Banyak hal yang mampu dilakukan sebuah film terhadap keberlangsungan umat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"100 tahun LSF jatuh pada 18 Maret 2016, tapi kita merayakannya hari ini karena momennya baru sesuai. Perjalanan panjang LSF, memiliki peran besar dalam menyiratkan kaitan film dalam kehidupan bangsa dan negara," ujar Yani, di Auditorium Gedung Film, Jakarta, Jumat, 18 November 2016.

img_title Hadir di Industri Film Nasional, Heart Pictures Gaet Artis dari Negeri Ginseng 

Peran film dalam masyarakat menurutnya, tak hanya sebatas hiburan saja, namun juga berkaitan dengan unsur edukasi. Yani menegaskan bahwa kedua hal tersebut takkan pernah lepas dan bakal terus beriringan.

"Film memiliki peran dalam meningkatkan taraf kehidupan bangsa baik, dari pengikatan kecerdasan serta alat penetrasi kebudayaan," ungkap dirinya.

img_title Sederet Selebriti Tanah Air Rayakan Hari Film Nasional 2023

Dia pun menegaskan, peran negara terhadap film sangatlah krusial. Dalam memajukan industri tersebut, Yani tak pernah meluputkan nama-nama sejumlah pihak yang telah membantu, termasuk pemerintah.

"Adanya sejumlah pihak yang membantu, mampu menaikkan kualitas film. Hal ini tak lepas dari pemerintah yang senantiasa hadir dalam industri perfilman," kata Yani.

Ke depannya, dia beserta LSF berkomitmen akan selalu bertugas sesuai kapasitasnya, yakni memberikan regulasi bagi film-film yang bakal tayang di Indonesia. Itu dilakukan sebagai wujud komitmennya terhadap industri perfilman tanah air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keberadaan LSF merupakan wujud komitmen kehadiran negara dalam, melindungi masyarakat dari hal negatif dalam film melalui sensor," ujarnya.

Selain melakukan perayaan, momentum itu juga digunakan untuk merilis buku berjudul Bungai Rampai: 100 Tahun Sensor Film di Indonesia. Momen peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Cinema XXI.

Film Nasional bikin Pendapatan Cinema XXI Tembus Rp1,1 Triliun

Kinerja Cinema XXI pada kuartal I 2026 turut ditopang oleh kuatnya momentum film nasional, sehingga mendongkrak pendapatan tiket bioskop sebesar Rp665,3 miliar.

img_title
VIVA.co.id
2 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut