Kacamata Kayu Produksi Mantan Napi Diminati Pasar Eropa

Kacamata
Sumber :
  • Lucky Aditya/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kacamata merupakan pelengkap gaya atau aksesori fesyen yang banyak dipakai masyarakat. Lazimnya bingkai kacamata terbuat dari plastik, alumunium, titanium atau metal ringan, namun di tangan pemuda di Kota Malang, bingkai kacamata dibuat dari kayu.

img_title Polemik Pilkada 2024: Diwarnai Calon Tunggal, Mantan Napi, hingga Politik Dinasti

Sepintas mirip dengan kacamata pada umumnya, tetapi kacamata yang diberi label Sadar Hati Wood (Sahawood) ini seluruh bahannya terbuat dari barang bekas. Mohammad Theo Zainuri, pemilik usaha Sahawood mengatakan, ide ini bermula dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sadar Hati, sebuah lembaga yang memberi pendampingan kepada orang-orang yang menjadi korban narkoba dan penderita HIV/AIDS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"LSM membutuhkan keberlangsungan organisasi, baik untuk program dan komunitasnya. Ide awal pembuatan kacamata kayu dari mitra kerja Australia yang menunjukan produk kacamata kayu," kata Theo.

img_title Mantan Teroris Poso Dukung Penuntasan Masalah Terorisme di Sulawesi Tengah

Dia memperkerjakan mantan pengguna narkoba, mantan narapidana dan wanita miskin. Alasannya, mereka adalah korban dari sebuah sistem kebijakan penanganan narkoba yang salama ini menganggap mereka sebagai pelaku kriminal, sampah masyarakat dan lain-lain, sehingga akses mendapatkan pekerjaan jadi sulit.

Theo menjelaskan, awalnya para pekerja merasa tidak mampu membuat produk kacamata kayu karena melihat bentuknya yang rumit dan detail. Theo pun tak mau putus asa, beberapa kali dia memberikan pemahaman dengan menunjukkan sejumlah tayangan proses pembuatan kacamata kayu di YouTube.

img_title 8 Caleg Mantan Napi Ikut Pemilu 2024, Ini Penjelasan KPU Manggarai-NTT

"Akhirnya mereka mau, termasuk ketika dijelaskan bahwa mereka hanya produksi, alat-alat dibantu serta pemasaran dan penjualan oleh saya maka mereka merasa yakin dan mau belajar," ucap Theo.

Dia mengaku seluruh keahlian didapat secara otodidak, tidak ada yang mengajari melainkan belajar bersama-sama. Dirinya mengakui hanya memberi informasi terkait pembuatan dan bahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai seni tinggi. Setelah hasilnya dianggap layak jual, dia menawarkan kepada rekannya di Australia.

"Dia bilang sudah bagus, kemudian dia kontak rekannya di Inggris, kemudian kami dapat order. Mitra kerja saya yang Australia juga terlibat terus dalam mendorong kami dan support informasi, kebutuhan material dan lain-lain," tutur Theo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut