Tim Reformasi Perpajakan Belum Mampu Dongkrak Rupiah

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih tetap tertekan seiring dengan sentimen negatif global yang membuat dolar AS semakin perkasa.

img_title Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan,  kondisi global yang cenderung negatif dengan berbagai sentimen seperti penembakan Duta Besar Rusia di Turki, serangan truk di Berlin, pernyataan The Fed, dan lainnya telah membuat laju dolar berbalik menguat sehingga dikhawatirkan akan membungkam potensi kenaikan rupiah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cermati berbagai sentimen yang ada. Diperkirakan Rupiah akan bergerak pada kisaran Rp13.435 hingga Rp13.340," kata Reza di Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016.

img_title Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Reza menuturkan, rencana pemerintah yang membentuk tim reformasi perpajakan di bawah Kementerian Keuangan untuk menggenjot penerimaan perpajakan di tahun depan dan prediksi Bank Indonesia (BI) terkait inflasi Desember 2016 tampaknya kurang membuat rupiah bertahan di zona hijaunya. 

"Adapun, tim ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan basis pajak, dan meningkatkan integritas dan produktivitas aparat pajak," ujarnya menambahkan.

img_title Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya

Di samping itu, BI mengungkapkan, inflasi Desember diperkirakan sekitar 0,5-0,6 persen (month of month) sehingga per akhir tahun inflasi akan berada di 3,20 persen (year on year).

Namun, rupiah terhambat kenaikannya setelah merespon pernyataan Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen bahwa pemulihan ekonomi AS yang lambat mendorong peningkatan pasar pekerjaan dan menekankan pentingnya pendidikan dalam perubahan ekonomi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia mencontohkan tingkat pengangguran rendah, penambahan lapangan pekerjaan stabil, tingkat PHK rendah dan tanda-tanda meningkatnya upah sebagai bukti pasar tenaga kerja yang sehat," ujarnya.

(mus)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026). Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak hingga Rp18.210 besok.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut