Penguatan Rupiah Tertahan Sentimen Positif Ekonomi AS

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Laju penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tampaknya terhalangi oleh sentimen-sentimen global, terutama dari kembali menguatnya laju dolar paman sam karena sejumlah sentimen positif di negara tersebut. 

img_title Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

"Meski terdapat peluang bagi Rupiah untuk kembali melemah namun, kami harapkan dapat lebih terbatas," kata Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, di Jakarta, Kamis 16 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Reza menjelaskan, sentimen dari pemberitaan mundurnya Penasehat Presiden AS Donald Trump akan dapat melemahkan dolar, sehingga rupiah pun dapat memanfaatkan momen tersebut untuk dapat melaju di jalur hijau.

img_title Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Meskupun demikian, Reza mengingatkan, jelang pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yallen, yang akan menaikkan suku bunga pada Maret mendatang, dapat membuat pergerakan dolar cenderung positif.
 
"Harapan akan adanya pembalikan arah menguat pun kembali tertunda," tuturnya.

Pelaku pasar juga diharapkan berhati-hati dan melakukan antisipasi jika nantinya terdapat imbas dari sentimen-sentimen negeri paman sam yang dapat membuat adanya pelemahan rupiah lanjutan. 

img_title Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya

"Masih adanya imbas dari rencana Presiden Trump yang akan melakukan pembaruan pajak membuat laju dolar masih bergerak naik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak dikisaran Rp13.337 hingga Rp13.318 per dolar AS.

Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia, rupiah cenderung stabil di angka Rp13.330 per dolar AS pada Senin dan Selasa lalu. Sementara itu, hari Rabu pasar keuangan ditutup untuk libur nasional pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah. (ren)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026). Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak hingga Rp18.210 besok.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut