Laju Rupiah Masih Rentan Koreksi

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini diperkirakan akan sulit melaju di jalur hijau jika tidak ada sentimen positif yang dapat mengimbangi peluang pelemahan tersebut.

img_title Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, penguatan rupiah saat ini tengah diuji. Jika dilihat dari pola selama sepekan lalu, terlihat bahwa pola gerak penguatan lalu masih cukup rentan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pergerakan rupiah dapat kembali variatif cenderung melemah tipis jika tidak ada sentimen lainnya yang dapat mengimbangi peluang pelemahan tersebut," kata Reza di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

img_title Awal November Rupiah Belum Menguat, Analis Ungkap Kisaran Pergerakan Dolar AS

Menurut dia, usai melemah dalam beberapa pekan sebelumnya, kali ini laju dolar kembali menguat dengan mengambil kesempatan pada sentimen ketidakjelasan persetujuan ratifikasi program layanan kesehatan bagi masyarakat AS.

Reza menambahkan, meningkatnya risiko ketidakjelasan akan perkembangan persetujuan tersebut membuat kekhawatiran pelaku pasar meningkat dan berimbas pada peningkatan dolar. "Alhasil, potensi penguatan laju rupiah pun terganggu dan membuatnya melemah," tuturnya.

img_title Kilas Balik Rupiah Melemah Sepanjang Oktober 2026, Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Di samping itu, lanjut Reza, sentimen dari keinginan pemerintah yang disampaikan melalui Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan terkait kenaikan rating oleh S&P, dinilai belum cukup mengangkat rupiah.

"Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat mengubah arah penguatan rupiah. Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.342 hingga Rp13.310," ujarnya. (mus)

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (3/11/2026), di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut