4-8-1944: Anne Frank Ditangkap Nazi
- Annefrank.org
Anne dan semua orang yang tinggal di ruangan tanpa jendela itu tak pernah berani ke toilet pada siang hari karena takut kehadiran mereka akan terdeteksi. Pada bulan Juni 1944, tentara Sekutu mendarat di Normandia. Keluarga kecil ini berharap pembebasan Belanda yang telah lama ditunggu akan segera terjadi.
Namun harapan itu pupus. Tanggal 1 Agustus 1944, Anne membuat catatan terakhirnya dalam buku harian itu. Tiga hari kemudian, kelompok kecil ini tertangkap. Seorang informan Belanda membocorkan tempat persembunyian yang telah mereka diami selama 25 bulan. Mereka ditangkap bersama dua orang Kristen yang telah membantu melindungi mereka.
Mereka dikirim ke kamp konsentrasi di Belanda, dan pada bulan September Anne dan sebagian besar lainnya dikirim ke kamp kematian Auschwitz di Polandia. Tapi pada musim gugur 1944, dengan pembebasan Soviet atas Polandia, Anne dan Margot dipindahkan ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen di Jerman.
Penderitaan di bawah kondisi kamp yang menyedihkan, kedua saudara perempuan tersebut terjangkit tifus. Awal Maret 1945, Anne Frank meninggal dunia. Kamp tempat Anne dan Margot ditahan lalu dibebaskan oleh Inggris kurang dari dua bulan kemudian.
Ayah Anne, Otto Frank, selamat dalam tahanan. Ia adalah satu-satunya dari 10 orang tahanan yang bisa bertahan di kamp kematian Nazi. Setelah perang, Otto kembali ke Amsterdam melalui Rusia, dan dipertemukan kembali dengan Miep Gies, salah satu mantan karyawannya yang telah membantu melindungi dia. Gies juga berhasil menyembunyikan buku harian Anne dan akhirnya menyerahkan buku harian itu pada Otto. Â
Â
Pada tahun 1947, buku harian Anne diterbitkan oleh Otto dalam bahasa Belanda aslinya sebagai Diary of a Young Girl. Buku ini segera melesat dan dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Buku tersebut kini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa. The Diary of Anne Frank telah berfungsi sebagai wacana sastra bagi hampir enam juta orang Yahudi, termasuk Anne sendiri, yang dibungkam dalam Holocaust.
Tahun 1960, tempat persembunyian keluarga Frank di Prinsengracht 263 di Amsterdam akhirnya dibuka sebagai museum. Tahun 1995, buku harian Anne Frank diterbitkan kembali dengan sejumlah materi yang diedit dari versi aslinya. (ase)