- Dok. BPTJ
VIVA.co.id – 'Tua di jalan' sepertinya sudah menjadi kata-kata menyebalkan bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi saat menghadapi kemacetan setiap pagi dan sore hari ketika ingin berangkat serta pulang bekerja. Bahkan, akibat kemacetan tersebut banyak inefisiensi yang terjadi baik pada waktu, biaya, dan juga tenaga.Â
Atas kondisi itu lah, Kementerian Perhubungan sepertinya melihat, perlu ada lembaga khusus yang dapat mengatasi kemacetan yang sudah dikatakan darurat atau emergency, karena sangat merugikan dari sisi ekonomi. Dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) diharapkan bisa mengatasinya.
Adapun tugas BPTJ adalah sebagai dirigen dalam suatu orkestra yang mengoordinasikan semua komponen yang bekerja dalam sistem transportasi se-Jabodetabek. Terlebih BPTJ akan mengelola semua kewenangan transportasi yang ada pada lima wilayah di Jabodetabek.
Saat ini, sejumlah kebijakan untuk mengatasi kemacetan di Jabodetabek masih dikatakan belum terintegrasi, bahkan terlihat Jakarta masih sangat dominan dan membutuhkan dukungan kebijakan dari sejumlah daerah penyangga. Apalagi hampir setiap hari kemacetan berasal dari datangnya pekerja dari luar jakarta, sedangkan infrastruktur terbatas.
Sejumlah kebijakan yang kurang populis pun akhirnya diterapkan dengan harapan masyarakat bisa mengubah pola transportasinya dari yang dahulu sering kali menggunakan kendaraan pribadi, beralih ke moda transportasi massal seperti bus dan kereta api.
Untuk mengetahui apa saja yang akan dikerjakan oleh pemerintah dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, VIVA.co.id, berkesempatan mewawancarai pelaksana tugas Kepala BPTJ Bambang Prihartono di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Berikut petikannya.
Apa sebenarnya tugas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek?
BPTJ adalah lembaga di bawah Kementerian Perhubungan yang ditugaskan untuk mengelola transportasi di wilayah Jabodetabek. Lembaga kami berfungsi untuk memberikan solusi dari permasalahan transportasi Jabodetabek yang sudah sangat kompleks. Nantinya, BPTJ akan mengoordinir kewenangan transportasi seluruh Jabodetabek.
Kebijakan apa yang diterapkan dalam waktu dekat ini?
BPTJ itu tidak bicara hanya kemacetan Jakarta, tapi itu bicara keseluruhan termasuk pengaturan jalan tol Jakarta-Cikampek. Sekarang BPTJÂ ditugaskan oleh menteri perhubungan, yang pertama adalah bagaimana mengatasi kemacetan di Jakarta-Cikampek, kemudian ada 17 titik kemacetan di stasiun-stasiun di Jabodetabek, dan lain-lain.