Pengusaha Yakin Industri Ritel Offline Tak Akan Mati

Usaha ritel besar
Sumber :
  • Antara/Wahyu Putro

VIVA – Ritel online kian menjamur, dan kehadirannya dianggap sebagai salah satu faktor meredupnya industri ritel konvensional. Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Nicholas Mandey, optimistis bahwa ritel offline tidak akan mati dengan kehadiran ritel online.

img_title Misi Pemerintah Lewat Transformasi Digital Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2% di 2024

Menurut dia, sektor ritel offline masih mendominasi. Dia mengatakan, di Amerika industri e-commerce hanya menggerus ritel offline sebesar 12 persen. Sementara di China sektor ritel offline terdampak sekitar 11 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan kata lain yang namanya belanjaan offline ada yang enggak bisa dilakukan di online, makanan grocery, aksesori itu harus coba di offline, ritel enggak akan mati selagi kebutuhan masyarakat masih dipenuhi pasar fisik," ujar Roy saat ditemui di kawasan Harmoni, Jakarta, Rabu, 1 November 2017.

img_title Aprindo Sebut Industri Ritel Pulih Kalau Pandemi Sudah Jadi Endemi

Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Sogo Department Store, Handaka Santosa. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh konsumsi domestik sehingga masih ada peluang untuk mempertahankan ritel konvensional.

"Kalau dicermati lebih dalam pertumbuhan ekonomi dikendalikan konsumsi domestik dan sebetulnya bisnis ritel enggak ada matinya selagi kita tahu apa yang dibutuhkan konsumen," kata Handaka pada kesempatan yang sama.

img_title Curhat Pelaku Industri Ritel Tak Diajak Koordinasi Soal PPKM Darurat

Menurut Roy dan Handaka, yang penting saat ini adalah perlakukan yang sama dari pemerintah terhadap ritel online dan offline. Perlu diberikan peraturan yang jelas mengenai keberadaan ritel online agar tidak merugikan pihak lain.

"Kita minta supaya ritel offline dan online harus diperlakukan sama jangan sampai kita menunggu dan menunggu sehingga online sangat pesat, tidak ada regulasi, masih RPP (rancangan peraturan pemerintah). Jadi kita kalah saing bukan karena produk, servis atau harga, tapi karena regulasi," ujar Roy. (mus)

Ilustrasi interview

Mengenal Boomerang Employee, Fenomena Rekrut Eks Karyawan yang Kini Populer

Mengenal konsep boomerang employee, alasan karyawan kembali ke perusahaan lama, serta kelebihan dan kekurangannya bagi bisnis. Baca selengkapnya di sini!

img_title
VIVA.co.id
24 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut