Jika Tidak Blokir Airbnb, Begini Dampak Bahayanya

Ilustrasi Airbnb
Sumber :
  • Reuters/Dado Ruvic

Dibanding memberikan ruang lebar ke Airbnb, menurutnya, pemerintah sebaiknya menggenjot ekosistem aplikasi lokal yang bisnisnya sama dengan Airbnb. Cara ini dipandang lebih baik dalam menjamin negara tidak kehilangan potensi pajak.

img_title Agoda dan Airbnb Cs Sudah Merespons Kemenkominfo, tapi Masih Belum Aman

"Pemerintah, negara posisinya itu di mana? Kayak China itu lho, aplikasi lokal didorong. Tumbuhkan aplikasi lokal agar bisa diatur, diarahkan. Kalau (aplikasi) enggak bisa dikontrol, ya bagaimana itu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengaku tak antidistruptif dan antiasing dalam konteks bisnis tersebut. Hanya saja pengusaha hotel dan penginapan meminta ada kesamaan persaingan atau level playing field.

img_title Agoda, Booking dan Airbnb Dicolek Kemenkominfo

Tanpa pengaturan yang adil, Hariyadi menilai, nantinya bisnis Airbnb akan menciptakan suplai akomodasi penginapan yang tak terkendali atau unlimited inventory.

Dengan harga yang menguntungkan bagi host dan pengguna serta pertumbuhan layanan yang tinggi, Hariyadi mengatakan, Airbnb akan mengganggu bisnis hotel. Jika kondisi itu terjadi akan berdampak panjang, sebab bisnis hotel dan penginapan akan melibatkan ekosistem seperti karyawan, perbankan, pajak Pemda sampai penyuplai dan lainnya.  

img_title Kata Pengusaha Hotel Soal Pasal Kumpul Kebo di KUHP Baru yang Ancam Industri Perhotelan

"Kominfo biarin ya enggak apa-apa (tak blokir Airbnb). Tapi nanti akan terjadi situasi distruptif yang negatif ya, distruptif itu bahaya lho," ujarnya. (ase)

Ilustrasi layanan Airbnb.

Airbnb Didenda Rp1,2 Triliun

Pemerintah pada 15 Desember 2025 resmi mendenda Airbnb sebesar Rp1,2 triliun karena memasang iklan properti sewa yang dilarang.

img_title
VIVA.co.id
16 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut