Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Subuh

Difteri Tidak Pernah Hilang di Indonesia

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. Mohamad Subuh
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Saya ingin sampaikan, cerita sukses penyakit yang bisa dihilangkan lewat imunisasi di Indonesia adalah cacar, kemudian contohnya polio, tetanus, itu semua dengan imunisasi. Jadi sekali lagi saya ingatkan, kalau mau difteri ini hilang ya cuma satu syaratnya, imunisasi. Karena difteri ini adalah penyakit PD3I, tidak ada cara lain. Jadi saya juga melihat momen ini bagus untuk mengingatkan kepada masyarakat juga tentang pentingnya imunisasi.

img_title Deret Penyakit Berbahaya bagi Bayi, IDAI: Difteri Itu Mematikan

Nah, untuk itu kita lakukan ORI. ORI itu harus dilakukan tiga kali, tidak ada tawar menawar. Makanya waktu memutuskan ORI, saya itu harus rapat kurang lebih satu minggu. Hanya memutuskan akan ORI atau tidak! Karena ini dampaknya itu besar sekali loh ORI ini. Pertama kita harus bisa menjamin yang kita suntik hari ini misalnya tanggal 20 Desember 2017, harus kita suntik lagi tanggal 20 Januari 2018, dan harus kita suntik lagi pada tanggal 20 Juli 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadi jarak ORI itu berapa lama ?

img_title Miris, Lebih 200 Kota di Indonesia Risiko Tinggi Penularan Polio

ORI harus tiga kali, jaraknya 1-1-6 bulan. Suntikan pertama, kemudian diulang satu bulan kemudian, dan diulang lagi enam bulan kemudian. Dan ini orangnya harus sama. Tidak ada tawar menawar. Kalau itu tidak tercapai, maka kegagalan akan di depan mata, jangan harap difteri itu tidak akan muncul.

Makanya ketika memutuskan ORI itu banyak yang harus kita pertimbangkan. Sistem pencatatan kita sudah benar apa belum? Karena kita harus mengikuti itu. harus tercatat semua itu, karena harus lengkap. Kalau dia pindah bagaimana? Pesan ke RT/RW nya, kalau dia pindah, tolong kasih tahu mereka pindah ke mana, Kejar!!! Itu sampai ke situ kita loh, jadi bukan sembarangan ngomong ORI saja kita. Semuanya harus tercatat, dan harus terdata. Misalnya, dia tadinya kos atau ngontrak di Jakarta, kemudian pada bulan ketiga setelah disuntik, dia pindah ke Jayapura, itu harus tahu kita, dia pindah ke mana. Kita harus kejar, kalau kita tahu dia pindah ke Jayapura, kita kontak langsung ke teman-teman di Jayapura, untuk mencari dia, karena dia harus menerima suntikan satu kali lagi kan di bulan kedelapan kan. Jadi sampai ke situ kita, jadi tidak gampang loh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Seorang Anak yang Diduga Terserang Difteri di Lampung Barat Meninggal setelah Dirawat
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut