Konglomerasi Asal UEA Borong Gerai Marks & Spencer

Fesyen Marks & Spencer
Sumber :
  • Marks & Spencer

VIVA – Raksasa Ritel asal Inggris, Marks & Spencer, mengumumkan telah menjual bisnis ritelnya di Hong Kong dan Makau kepada konglomerasi perusahaan asal Uni Emirat Arab, Al Futtaim, di penghujung 2017 lalu. 

img_title Misi Pemerintah Lewat Transformasi Digital Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2% di 2024

Dilansir dari Reuters, Rabu 3 Januari 2018, penjualan tersebut lantaran raksasa ritel itu memutuskan untuk fokus berbisnis di negara asalnya. Hal itu diumumkan ke publik, Selasa waktu London, Inggris. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Al-Futtaim diketahui telah mengoperasikan 72 gerai M&S di 11 pasar Asia dan Timur Tengah. Dalam kesepakatan tersebut disepakati Al Futtaim membeli 27 toko yang telah resmi dilakukan pada 30 Desember lalu. 

img_title Aprindo Sebut Industri Ritel Pulih Kalau Pandemi Sudah Jadi Endemi

Langkah M&S untuk fokus di Inggris merupakan salah satu strategi bisnis perusahaan yang telah ditetapkan pada November 2016. Di mana perusahaan memutuskan untuk menutup lebih dari 80 toko di dalam dan di luar negeri, serta mencari kemitraan untuk menjalankan bisnis waralabanya. (one)

Ilustrasi interview

Mengenal Boomerang Employee, Fenomena Rekrut Eks Karyawan yang Kini Populer

Mengenal konsep boomerang employee, alasan karyawan kembali ke perusahaan lama, serta kelebihan dan kekurangannya bagi bisnis. Baca selengkapnya di sini!

img_title
VIVA.co.id
24 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut