Pengamat: Perlu Transparansi Tetapkan Harga Jual Pertalite

Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite di Kota Sorong, Papua Barat
Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite di Kota Sorong, Papua Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

VIVA – Perlunya transparansi dalam penetapan harga BBM kodar oktan (RON) 90 perlu dilakukan agar tak merugikan sejumlah pihak. Untuk itu, mekanisme penetapan harga BBM Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBBKP), yaitu Pertalite perlu diubah. 

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan saat ini transparansi sangat diperlukan dalam penetapan harga BBM terutama Penugasan. 

Menurut dia, tren harga minyak mentah dunia yang masih di atas level US$100 per barel membuat badan usaha harus menyiapkan dana besar dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk pengadaan BBM ke masyarakat.

Baca juga: Terungkap, Sopir Bus Maut di Tol Mojokerto Gunakan Sabu-sabu

Di sisi lain, saat ini badan usaha disebutkan pemerintah bakal mendapatkan penggantian dari subsidi maupun kompensasi. Namun badan usaha harus menanggung selisih harga yang dijual ke konsumen karena harga Pertalite yang menjadi BBM Penugasan masih jauh di bawah harga keekonomian. 

Adapun kompensasi kepada badan usaha yang menjual BBM Penugasan, kata Komaidi masih belum ada kepastian kapan dibayarkan.  

"Pemerintah perlu fair saja saya kira. Dihitung bersama berapa harga wajarnya (BBM Penugasan) kemudian pemerintah memberikan kompensasi terhadap selisih harga pentapan dengan harga wajar tersebut," kata Komaidi kepada media di Jakarta, Selasa 17 Mei 2022.