Percepat Transisi Energi, PGE Inisiasi Teknologi Binary di G20

Dirut Pertamina Nicke Widyawati di G20 Bali.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati di G20 Bali.
Sumber :
  • Dok. Pertamina

VIVA Bisnis – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia.  

Dalam mendukung hal tersebut PGE menginisiasi proyek percontohan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi, melalui penerapan teknologi Binary dengan membangun Binary Unit di Lahendong, Kota Tomohon, Sulawesi Utara untuk menghasilkan potensi tambahan kapasitas listrik hingga 25 MW.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yuniarto, mengatakan PGE memiliki peta jalan pengembangan kapasitas terpasang di wilayah kerja panas bumi PGE hingga lima tahun kedepan. Hal ini untuk mempersiapkan panas bumi sebagai base load energi baru terbarukan di Indonesia. 

Baca juga: Jokowi Disebut Pilih Kasih Oleh Chico, Istana Buka Suara

”PGE mengundang negara anggota G20 untuk bekerja sama dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia sebagai salah satu solusi dalam menghadapi isu-isu besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi menuju net zero emission 2060,” kata Ahmad dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin 18 Juli 2022. 

Ahmad menyebutkan, ada tiga area di mana kemitraan bisa dilakukan, yakni Co-generation, Co-production, dan Co-development. Pembangkitan bersama bisa dilakukan melalui optimalisasi uap air panas (Steam n Brines to green power) untuk melahirkan listrik ramah lingkungan (green electricity).

Selain itu, ada empat bidang yang bisa dikerjakan bersama-sama (Co-production), yaitu pemanfaatan CO2 untuk bahan bakar alternatif; ekstraksi nano material yaitu dengan pemanfaatan kandungan berharga di fluida panas bumi (rare earth element); green hidrogen sebagai bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan; dan green Metanol. 

Halaman Selanjutnya
img_title