Anindya Bakrie: Pelajar Indonesia di Luar Negeri Harus Bangga dan Jaga Nama Baik Bangsa

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya N. Bakrie di acara Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI).
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya N. Bakrie, mendorong para pelajar Indonesia di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk bangga kepada posisi Indonesia di mata dunia saat ini. Hal itu diutarakannya saat menjadi pembicara dalam Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) yang digelar di Smesco Convention Hall, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Indonesian Economy Has Strength to Face Middle East Crisis

"Kita harus berbangga bahwa Indonesia bisa menjadi presiden G20 tahun lalu, dan juga Chairman daripada ASEAN tahun ini," kata Anindya Bakrie, Kamis, 12 Oktober 2023.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya N. Bakrie di acara IAPPI.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya N. Bakrie di acara IAPPI.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya
Anindya Bakrie: Ekonomi RI Kuat Hadapi Krisis Timur Tengah

"Karena 20 tahun yang lalu, zaman saya, Pak Arya Sinulingga, Pak Arya Bima, dan Mbak Putri Tanjung juga, kita mimpi saja enggak untuk menjadi Presiden G20, karena kita bukan bagian dari 20 negara terbesar," ujarnya.

Karena itu, Anindya menekankan bahwa ke depannya alumni-alumni PPI juga harus mempunyai tanggung jawab, untuk menjaga dan membawa nama baik bangsa Indonesia di mata dunia.

Kunjungi Station F di Paris, Anindya Bakrie Ungkap Rencana Bangun Kampus Startup di IKN

"Karena tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk bisa sekolah di luar negeri," kata Anindya.

Saat sekolah di luar negeri dengan bidang dan cita-cita yang berbeda, Anindya berharap bahwa para pelajar Indonesia harus memiliki satu kesamaan. Yakni perihal kepercayaan diri, karena sudah belajar merantau negeri orang lain.

"Ini yang menjadi modal, dan modal ini harus benar-benar digunakan untuk membuat Indonesia lebih bersinar," kata Anindya.

"Pertarungannya, nanti kalau habis 2023 tahun ini, ya semua kan bicara soal 2045. Nah ini benar-benar musti diyakini sebagai kesempatan awal dan mungkin juga sebagai kesempatan terakhir, untuk bisa menjadi Indonesia yang maju, yang gagah, keren, dan bermartabat," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya