2015, CBN Gelar Serat Optik ke Rumah-rumah

Serat optik
Serat optik
Sumber :
  • radioadelaidebreakfast.files.wordpress.com

VIVAnews - Perusahaan penyelenggara jasa Internet, PT Cyberindo Aditama (CBN) akan menggelar jaringan serat optik ke rumah-rumah atau fiber to the home (FTTH) mulai 2015. Per hari ini, Kamis 8 Januari 2015, CBN menuntaskan paruh awal transformasinya dari perusahaan ISP (Internet Service Provider) menjadi sebuah grup perusahaan yang menyediakan berbagai jasa terintegrasi di bidang ICT (Information and Communication Technology). 

Presiden Direktur CBN, Dani Sumarsono mengatakan, di era digital yang ditandai dengan tingginya populasi netter (pengguna internet) di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang saat ini mencapai 83,4 juta jiwa diperkirakan akan terus bertumbuh menjadi 112 juta jiwa pada 2017 mendatang.

Portofilio bisnis anyar itu akan menggunakan merek layanan Fiber Star. Dani pun mengungkapkan bahwa CBN telah memperoleh lisensi NAP (Network Access Provider) pada 2008 sehingga bisa menggelar infrastruktur sendiri.

“Kami sedang mengurus izin prinsip dari pemerintah untuk menggelar Fiber Star,” terangnya melalui keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.

Sebelumnya, perusahaan berusia 19 tahun ini menggunakan jaringan dari perusahaan lain seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Indosat Tbk.

Dani menjelaskan, pergelaran serat optik juga upaya memperluas penetrasi pita lebar di penjuru daerah. Langkah ini diakuinya sejalan dengan program Rencana Pita Lebar Indonesia (RPI) 2014-2019.

Dalam RPI, diharapkan pada 2019, seluruh masyarakat kota bisa mengakses Internet cepat dari jaringan tetap dengan bandwidth minimal 2 Mbps.

"Pada tahun ini, pergelaran FTTH masih akan dikonsentrasikan di kota besar, seperti Jakarta," ungkapnya.

Sayangnya, dirinya enggan menjelaskan target jumlah homepass dan investasi yang akan dikeluarkan perusahaan. “Bisnis teknologi informasi itu dinamis dan berubah-ubah sehingga tidak bisa diprediksi," jelasnya.

Dan, dia juga optimistis, perusahaan yang memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akan dapat memenangkan persaingan. "Apalagi, dalam memasuki era globalisasi saat ini," tambahnya.

Baca juga:

The Manhattan Fish Market Buka 17 Cabang Baru di Indonesia