Didiskualifikasi dari Pencalonan PM, Putri Thailand Minta Maaf

Putri Thailand Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi
Sumber :
  • Instagram @princess_ubolratana

VIVA – Kakak perempuan Raja Thailand, yang didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum, setelah mencalonkan diri sebagai perdana menteri, meminta maaf. Sebab, menyebabkan masalah bagi rakyat Thailand, jelang pemilihan umum bulan depan.

img_title Bakal Jajal Jepang dan Thailand, Ini Komentar Kurniawan Soal Peluang Timnas di Ajang Piala Asia 2027

Permintaan maaf Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi disampaikan, setelah KPU Thailand mencoret namanya dari daftar resmi calon perdana menteri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komisi itu mengatakan, anggota keluarga kerajaan tidak diperbolehkan terlibat dalam politik, setelah Raja Maha Vajiralongkorn mengatakan bahwa pencalonan itu tidak pantas dan tak konstitusional.

img_title Sukses Sebagai Super Sub, Ternyata Ini Rahasia Penampilan Keren Egy Maulana Vikri di FIFA ASEAN Cup

"Saya menyesal niat tulus saya untuk bekerja bagi negara dan masyarakat Thailand, telah menyebabkan masalah seperti itu, yang seharusnya tidak terjadi di era ini," kata Putri Ubolratana, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 13 Februari 2019.

Pencalonan Ubolratana yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh sebuah partai yang bersekutu dengan mantan perdana menteri populis, Thaksin Shinawatra, meresahkan warga Thailand yang selama ini sangat menghormati monarki kerajaan.

img_title Usai Bawa Timnas Indonesia Juara, Calvin Verdonk Titip Pesan Menyentuh untuk Anak-anak

Komisi pemilihan Thailand, juga mempertimbangkan untuk membubarkan Partai Thai Raksa Chart, sebagai dampak dari pencalonan putri tersebut. Undang-undang Pemilu Thailand, melarang melibatkan monarki dalam kampanye politik.

Pemilihan umum Thailand yang akan digelar pada 24 Maret, menjadi pertarungan antara Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha yang didukung militer dan pendukung Thaksin, yang digulingkan dalam kudeta pada 2006 lalu. Meski demikian, popularitas Thaksin masih tinggi di kalangan para pemilih. (asp)

PM Thailand Anutin Charnvirakul

Thailand Tutup Perbatasan dengan Myanmar Selama 7 Hari, Situasi Makin Memanas!

Thailand menutup jalur perbatasan tidak resmi dengan Myanmar selama tujuh hari setelah serangan drone dan bentrokan memicu ketegangan di wilayah perbatasan.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut