RI Protes Keras ke Inggris Soal Benny Wenda

Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah
Sumber :
  • VIVA/Dinia Adrianjara

VIVA – Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, untuk menyampaikan protes keras terkait ulah tokoh separatis Papua Barat Benny Wenda yang telah menyebarkan disinformasi.

img_title Inggris Minta Warga Siapkan Persediaan Darurat, dari Makanan hingga Obat-obatan, Ada Apa?

"Kepada Dubes Jenkins, disampaikan protes keras atas pembiaran bagi Benny Wenda yang menyebarkan disinformasi, fitnah dan menghasut, serta mendalangi berbagai aksi kriminal dan pembunuhan di Papua," kata juru bicara Kemlu, Tengku Faizasyah, dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Ada Kabar Baik Bagi yang Ingin Menikah di Padang

img_title Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia

Terkait pemanggilan itu, Dubes Inggris berjanji akan menyampaikan protes keras dari Indonesia kepada pemerintah pusat di London. Selain itu Dubes Inggris juga kembali menekankan posisi pemerintah Inggris atas kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Sebelumnya Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) telah mendeklarasikan pembentukan Pemerintah Sementara Papua Barat dan menominasikan pemimpin mereka Benny Wenda sebagai presiden sementara.

img_title Inggris Imbau Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke Arab Saudi Pasca Serangan di Bandara

Deklarasi itu dilakukan pada 1 Desember kemarin, menandai peringatan deklarasi kemerdekaan Papua Barat dari pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1961 dan pengibaran bendera Bintang Kejora. Mereka juga tengah menyusun konstitusi baru.

"Hari ini, kami menghormati dan mengakui nenek moyang kami yang berjuang dan mati untuk kami, dengan membentuk pemerintah bersatu. Mewujudkan semangat rakyat Papua Barat, kami siap menjalankan negara kami," kata Benny Wenda yang kini menetap di Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seperti yang diatur dalam konstitusi sementara, Republik Papua Barat di masa depan akan menjadi suar hak asasi manusia, sebagai kebalikan dari dekade penjajahan pemerintah Indonesia. Hari ini kami mengambil langkah lain menuju impian Papua Barat yang merdeka," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, menyebut apa yang dilakukan oleh Benny Wenda adalah status yang diproklamirkan secara sepihak.

Ilustrasi belanja bulanan

Inggris, Jerman hingga Swedia Kompak Minta Warga Siapkan Stok Makanan, Ada Apa?

Sejumlah negara Eropa meminta warga menyiapkan stok makanan dan kebutuhan pokok untuk kondisi darurat. Simak alasan, daftar negara, dan persediaan yang dianjurkan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut