Logo BBC

Kisah Keluarga dengan Kondisi Genetik Amat Langka: Tanpa Sidik Jari

Amal dan Apu Sarker. "Itu tidak ada di tangan saya, itu adalah sesuatu yang saya warisi," kata Amal. - BBC Indonesia
Amal dan Apu Sarker. "Itu tidak ada di tangan saya, itu adalah sesuatu yang saya warisi," kata Amal. - BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

"Mereka tampak kebingungan ketika saya datang untuk membeli sebuah [kartu] Sim, perangkat lunak mereka rusak tiap kali saya menempatkan jari saya di sensor," tutur Apu sambil tersenyum masam.

Keinginan Apu untuk mendapatkan kartu Sim ditolak, dan semua anggota laki-laki di keluarganya sekarang menggunakan kartu Sim yang dikeluarkan atas nama ibunya.

Amal
BBC
Jari-jari di kedua tangan Amal Sarker tanpa alur sidik jari yang unik yang dimiliki hampir semua orang.

Kondisi langka yang dialami oleh keluarga Sarker disebut dengan Adermatoglyphia.

Itu pertama kali dikenal luas pada 2007 ketika Peter Itin, seorang dokter kulit di Swiss, dihubungi oleh seorang perempuan yang menghadapi masalah ketika akan masuk ke AS.

Wajahnya cocok dengan foto di paspornya, namun petugas bea cukai tak dapat merekam sidik jari sedikit pun, karena memang ia tak memilikinya.

Setelah pemeriksaaan, Profesor Itin menemukan bahwa perempuan itu dan delapan anggota keluarganya sama-sama memiliki kondisi yang unik - bantalan jari yang datar dan berkurangnya jumlah kelenjar keringat di tangan.

Bekerja dengan dokter kulit lain, Eli Sprecher, dan mahasiswa pascasarjana Janna Nousbeck, Profesor Itin melihat DNA dari 16 anggota keluarga - tujuh di antaranya memiliki sidik jari, sementara sembilan orang tanpa sidik jari.

"Kasusnya sangat jarang, dan tidak lebih dari beberapa keluarga yang didokumentasikan," kata Prof Itin kepada BBC.

Pada tahun 2011, tim menemukan satu gen, SMARCAD1, yang bermutasi pada sembilan anggota keluarga yang tidak memiliki sidik jari.