Omicron Bikin Pembatasan Perjalanan 'Hidup' Lagi
- Pixabay/geralt
Warga asing atau Irlandia atau penduduk tetap yang kembali dari negara yang terdaftar dalam daftar merah harus dikarantina di hotel selama 10 hari, terlepas dari jenis vaksin yang digunakan. Warga asing yang telah mengunjungi negara daftar merah tidak akan bisa masuk sama sekali ke Inggris.
Pembatasan lebih lanjut pada semua kedatangan diumumkan selama akhir pekan. Siapa pun yang memasuki Inggris harus dikarantina sampai mereka menerima hasil tes PCR Covid-19 yang diambil pada hari kedua mereka di negara itu. Siapa pun yang dites positif wajib karantina 10 hari.
Sementara Presiden AS Joe Biden masih melihat perkembangan terbaru terkait varian Omicron. Biden mengatakan "Saya telah memutuskan kita akan berhati-hati," sebelum mengumumkan pembatasan terhadap non-warga negara yang memasuki Amerika Serikat dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik dan Malawi.
Menular Cepat di Afrika Selatan
Para peneliti di Afrika Selatan tengah berlomba melacak munculnya varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang bernama Omicron. Varian ini menyimpan sejumlah besar mutasi yang ditemukan pada varian lain, termasuk Delta, dan tampaknya menyebar dengan cepat ke seluruh Afrika Selatan.
Varian Omicron menyebar lebih cepat di Afrika Selatan dibanding Delta
- Epidemiologist & health economist Eric Feigl-Ding @DrEricDing
Varian ini pertama kali diidentifikasi di Botswana awal bulan ini dan sejak itu muncul pada pelancong yang tiba di Hong Kong dari Afrika Selatan. Para ilmuwan juga mencoba memahami sifat-sifat varian ini, seperti apakah ia dapat menghindari respons imun yang dipicu oleh vaksin dan apakah infeksinya menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak dibanding varian lainnya.
"Ada banyak hal yang tidak kami pahami tentang varian ini," kata Richard Lessells, seorang dokter penyakit menular di Universitas KwaZulu-Natal di Durban, Afrika Selatan, mengatakan pada konferensi pers yang diselenggarakan oleh departemen kesehatan Afrika Selatan pada 25 November. "Profil mutasi membuat kami khawatir, tetapi sekarang kami perlu melakukan pekerjaan untuk memahami pentingnya varian ini dan apa responnya terhadap pandemi,"
Para peneliti melihat B.1.1.529 dalam data sekuensing genom dari Botswana. Varian ini menonjol karena mengandung lebih dari 30 perubahan pada protein lonjakan – protein SARS-CoV-2 yang mengenali sel inang dan merupakan target utama respons imun tubuh.Â