Omicron Bikin Pembatasan Perjalanan 'Hidup' Lagi

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Dari laporan yang dia terima, hingga kini varian Omicron sudah menjangkit atau terdeteksi sebanyak 128 kasus yang tersebar di berbagai negara. Paling banyak disumbangkan dari Afrika Selatan, karena negara itu lah yang pertama kali mengumumkan varian itu menjangkiti masyarakatnya. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut varian Omicron menyebarkan virus lebih cepat ketimbang varian Delta dan tercatat memiliki mutasi paling banyak diantara varian lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Potensinya 500 persen lebih cepat menular dari virus aslinya di Wuhan. Kurang lebihnya diatas Delta," kata Dicky Budiman dalam perbincangan di tvOne.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Penyebaran cepat varian baru ini diketahui berdasarkan data perkembangan kasus di Afrika Selatan. Dalam waktu 3 minggu, varian Omicron ini sangat cepat menyebar jika merujuk pada positivity rate dari semula 1 persen meningkat 30 persen, dan dalam 2 minggu varian ini sudah mendominasi kasus di salah satu provinsi di Afrika Selatan.

Termasuk data terakhir 90 persen kasus PCR di ibu kota Afrika Selatan berasal dari varian Omicron. Hal ini menunjukan varian ini begitu cepat menular. Bahkan, WHO langsung menyatakan Omicron sebagai 'variant of concern'.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Ini saja sudah memberi satu sinyal varian yang serius. Data awal 3 minggu penyebaran yang disebut growth advantage ini sangat jelas melebihi Delta. Delta itu butuh 3 bulan untuk bisa dominan atau 50 persen virus atau strain yang bersirkulasi di suatu wilayah. Nah, Omicron ini hanya butuh 3 minggu dia lebih cepat daripada Delta varian dalam mengifeksi," ujarnya.
 

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VIVA.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut