10 Fakta Operasi Barbarossa Uni Soviet, Demi Kalahkan Jerman Nazi

Roket Katyusha saat digunakan Uni Soviet pada Perang Dunia Kedua
Sumber :
  • RIA Novosti archive

VIVA – Fakta operasi Barbarossa Uni Soviet ini bisa dilihat  pada tanggal 22 Juni 1941 ketika Hitler melancarkan invasi ke Uni Soviet. Itu adalah awal dari kampanye yang pada akhirnya akan menentukan Perang Dunia Kedua.

img_title Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Hitler menganggap Uni Soviet sebagai musuh alaminya. Dia bertujuan untuk menghancurkan tentaranya, menangkap sumber daya ekonominya yang besar dan memperbudak penduduknya, dengan menyediakan Lebensraum  (atau 'ruang hidup') yang menurut Hitler dibutuhkan Jerman di Timur.    

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Operasi Barbarossa sendiri adalah nama sandi untuk rencana Hitler untuk menyerang Uni Soviet pada musim panas 1941. Serangan yang berani itu dimaksudkan untuk dengan cepat melintasi bermil-mil wilayah, seperti yang dilakukan Blitzkrieg tahun 1940 melalui Eropa barat, tetapi kampanye itu berubah menjadi pertarungan yang panjang dan mahal di mana jutaan orang tewas.

img_title Punya Sejarah Juara, Timnas Rusia Bernasib Tragis di EURO 2024

ilustrasi perang dunia 1

Photo :
  • U-Report

Fakta Singkat: Operasi Barbarossa

img_title Game Tetris Lahir dari Komputer Bikinan Uni Soviet

1. Rencana Hitler untuk menyerang Uni Soviet dirancang untuk menggulingkan Rusia dengan cepat, karena Jerman sangat meremehkan militer Stalin.

2. Serangan mendadak awal Juni 1941 mendorong Tentara Merah mundur, tetapi pasukan Stalin bangkit dan melakukan perlawanan sengit.

3. Operasi Barbarossa memainkan peran utama dalam genosida Nazi, ketika unit pembunuh keliling, Einsatzgruppen, mengikuti dengan cermat pasukan Jerman yang menyerang.

4. Serangan akhir tahun 1941 Hitler di Moskow gagal, dan serangan balik yang kejam memaksa pasukan Jerman mundur dari ibu kota Soviet.

5. Dengan rencana awal yang gagal, Hitler mencoba menyerang Stalingrad pada tahun 1942, dan itu pun terbukti sia-sia.

6. Korban Operasi Barbarossa sangat besar. Jerman menderita lebih dari 750.000 korban, dengan 200.000 tentara Jerman tewas. Korban Rusia bahkan lebih tinggi, lebih dari 500.000 tewas dan 1,3 juta terluka.

Hitler pergi berperang melawan Soviet mungkin akan menjadi kesalahan strategis terbesarnya. Kerugian manusia dari pertempuran di Front Timur sangat mengejutkan di kedua sisi, dan mesin perang Nazi tidak akan pernah bisa mempertahankan perang multi-front.

Latar Belakang Operasi Barbarossa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi perang.

Photo :
  • U-Report

Pada awal pertengahan 1920-an, Adolf Hitler telah merumuskan rencana untuk sebuah kerajaan Jerman yang akan menyebar ke timur, menaklukkan wilayah dari Uni Soviet. Rencananya, yang dikenal sebagai Lebensraum (ruang hidup dalam bahasa Jerman), membayangkan orang Jerman menetap di wilayah yang luas yang akan diambil dari Rusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut