RI Masuk Kerangka Ekonomi IPEF Besutan Biden, Apa Keuntungannya

Presiden AS Joe Biden, PM India Narendra Modi dan PM Jepang Fumio Kishida-IPEF
Presiden AS Joe Biden, PM India Narendra Modi dan PM Jepang Fumio Kishida-IPEF
Sumber :
  • REUTERS/JONATHAN ERNST via ANTARA

VIVA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden meluncurkan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) bersama 12 negara mitra tahap awal termasuk Indonesia.

Dalam pernyataan yang dirilis Selasa, Gedung Putih menyebutkan kerangka kerja itu akan mewujudkan ekonomi yang lebih kuat, lebih adil, lebih tangguh bagi para keluarga, pekerja, dan kalangan pebisnis di AS dan kawasan Indo-Pasifik.

“Amerika Serikat adalah kekuatan ekonomi Indo-Pasifik, dan perluasan kepemimpinan ekonomi AS di kawasan ini adalah hal yang baik bagi para pekerja dan kalangan bisnis Amerika, juga bagi masyarakat di kawasan ini,” kata Gedung Putih.

IPEF akan memungkinkan AS dan negara-negara mitra untuk menentukan aturan main yang akan memastikan para pekerja, usaha kecil, serta petani Amerika bisa bersaing di Indo-Pasifik.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden (Biden), mengatasi inflasi adalah prioritas tertinggi ekonomi, dan kerangka kerja ini akan membantu menurunkan biaya dengan membuat rantai pasokan kita lebih tangguh dalam jangka panjang, melindungi kita dari disrupsi berbiaya tinggi yang mengakibatkan harga lebih mahal di tingkat konsumen,” ujar Gedung Putih.

Investasi langsung AS di kawasan Indo-Pasifik mencapai lebih dari 969 miliar dolar (sekitar Rp14,21 kuadriliun) pada 2020, dan telah meningkat hampir dua kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Perdagangan dengan Indo-Pasifik mendukung lebih dari tiga juta lapangan kerja di Amerika dan merupakan sumber investasi asing langsung di AS senilai hampir 900 miliar dolar (sekitar Rp13,19 kuadriliun).

Halaman Selanjutnya
img_title