Hadi Matar Penikam Salman Rushdie 'Ayat-ayat Setan' Ditangkap, Motif?

Hadi penusuk penulis Salman Rushdie di gedung Pengadilan Chautauqua, Mayville,NY
Hadi penusuk penulis Salman Rushdie di gedung Pengadilan Chautauqua, Mayville,NY
Sumber :
  • AP Photo/Gene J. Puskar

VIVA Dunia – Salman Rushdie menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk bersembunyi setelah pemimpin Iran menyerukan kematiannya menyusul penerbitan novelnya yang berjudul The Satanic Verses 'Ayat-ayat Setan'.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, sastrawan itu mengungkapkan bahwa mau tidak mau dia harus menjalani kehidupannya dan tak mau lagi bersembunyi.

Dia kembali ke masyarakat dan secara teratur muncul di depan umum di sekitar New York City tanpa keamanan yang jelas.

Hadi Matar pria penikam penulis kontroversi Salman Rushdie

Hadi Matar pria penikam penulis kontroversi Salman Rushdie

Photo :
  • AP Photo/Gene J. Puskar

Namun akhirnya pada Jumat pagi, 13 Agustus 2022, seorang penyerang menaiki panggung Chautauqua Institution di Western New York, di mana Rushdie dijadwalkan untuk berbicara tentang Amerika Serikat (AS) sebagai tempat yang aman bagi penulis yang diasingkan.

Melansir dari NYT, Minggu, 14 Agustus 2022, penyerang menikam Rushdie di bagian perut dan leher, kata polisi dan saksi.

Salman Rushdie dibawa dengan helikopter ke rumah sakit terdekat, di mana dia dioperasi selama beberapa jam pada Jumat sore, 12 Agustus 2022.

Salman Rushdie

Salman Rushdie

Photo :
  • Twitter @Humanist_UK

Asisten Rushdie, Andrew Wylie mengatakan pada Jumat malam bahwa Rushdie menggunakan ventilator dan tidak dapat berbicara.

“Beritanya tidak bagus,” kata Wylie melalui email.

“Salman kemungkinan akan kehilangan satu mata, saraf di lengannya terputus, ran hatinya ditusuk dan dirusak.”

Mayor Eugene J. Staniszewski dari Kepolisian Negara Bagian New York mengidentifikasi tersangka bernama Hadi Matar, seorang pria New Jersey berdarah keturunan yang berusia 24 tahun yang ditangkap di tempat kejadian. Sayangnya pada konferensi pers Jumat sore bahwa tidak ada indikasi atau motif belum diketahui.

Dia mengatakan bahwa polisi bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal dan kantor sheriff setempat dan penyelidik sedang dalam proses mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk ransel dan perangkat elektronik yang ditemukan di tempat kejadian.

Serangan itu mengejutkan penonton yang telah berkumpul di amfiteater berkapasitas 4.000 kursi di Chautauqua Institution untuk tujuan program sastra dan seni musim panas.

"Butuh lima orang untuk menariknya dan dia masih menikam, pelaku marah-marah dan sangat kuat,” kata Linda Abrams, yang menghadiri kuliah di barisan depan.

Yang lain menggambarkan kejadian tersebut bahwa darah mengalir menggenang di lantai. Seorang dokter yang hadir bernama Rita Landman mengatakan bahwa Rushdie tampaknya memiliki beberapa luka tusukan, termasuk satu di sisi kanan lehernya.

Tetapi orang-orang di sekitarnya berkata bahwa denyut nadi sastrawan itu masih ada.

Sedangkan Ralph Henry Reese, yang berada di atas panggung bersama Rushdie untuk memoderasi diskusi mengalami luka di wajahnya. Dia baru dipulangkan dari rumah sakit pada Jumat sore, kata polisi.