Heboh Penemuan Patung Buddha di Tanah Peradaban Islam

Patung Buddha setinggi dua kaki atau sekitar 61 cm di Berenike
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Dunia – Para peneliti belum lama ini telah menemukan patung Buddha setinggi dua kaki atau sekitar 61 cm di Berenike, kota pelabuhan Mesir kuno. Terbuat dari marmer Mediterania, penemuan itu memberikan bukti baru perdagangan antara Roma kuno dan India.

img_title Pramono Gandeng Lembaga Dakwah Islam, Siapkan Gerakan Besar untuk Atasi Persoalan Jakarta

William Dalrymple dari New York Review of Books artefak tersebut adalah patung Buddha pertama yang pernah ditemukan di sebelah barat Afghanistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patung Buddha setinggi dua kaki atau sekitar 61 cm di Berenike

Photo :
  • Istimewa

img_title Terungkap Alasan Maraknya Anak Muda Korea Selatan Memilih Masuk Islam

Berdasarkan detail gaya, para peneliti memperkirakan patung itu dibuat di Aleksandria sekitar abad kedua Masehi.

Sebuah lingkaran cahaya di sekitar kepala patung ditutupi sinar matahari,"yang menunjukkan pikirannya yang bersinar", kata Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Smithsonian Magazine, Rabu, 3 Mei 2023

img_title El-Sisi Tegaskan Dirinya Berakhir Jadi Presiden Mesir 2030, Tak Akan Ubah Konstitusi Demi Perpanjang Jabatan

Berenike didirikan pada abad ketiga Sebelun Masehi menjadi salah satu pelabuhan terbesar di Mesir yang dikuasai Romawi. Barang-barang seperti gading, tekstil, dan logam semi mulia melewati kota selama bertahun-tahun, hingga akhirnya ditinggalkan sekitar abad keenam Masehi.

Penggalian baru-baru ini di Berenike telah mengungkap benda-benda lain yang menunjukkan perpaduan budaya serupa. Di antaranya adalah sebuah prasasti dalam bahasa Sansekerta yang berasal dari masa pemerintahan kaisar Marcus Julius Philippus, yang dikenal sebagai Phillip the Arab.

Lahir di tempat yang sekarang merupakan negara Suriah, ia memerintah Kekaisaran Romawi dari tahun 244 hingga 249 Masehi.

Penggalian Berenike adalah upaya bersama antara peneliti Amerika Serikat (AS) dan Polandia. Steven Sidebotham, seorang sejarawan di Universitas Delaware, adalah direktur tim AS, sedangkan tim Polandia dipimpin oleh Mariusz Gwiazda, seorang arkeolog di Universitas Warsawa.

Logo UNESCO

Photo :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sidebotham mulai bekerja di lokasi tersebut ketika penggalian dimulai pada 1994. Sejak saat itu, di tengah kekuatan yang terus berubah dari pergolakan politik dan kekurangan anggaran, dia dan timnya terus menggali sejarah pelabuhan yang sekarang ditinggalkan di Laut Merah.

Pada 1999, misalnya, para arkeolog menemukan sebuah toples berisi 17 pon merica hitam yang tertanam di lantai halaman sebuah kuil Berenike, seperti yang ditulis oleh Ann Manser dari University of Delaware Research Magazine pada 2011. Mereka berasal dari abad pertama, dan pada saat itu waktu mereka hanya tumbuh di India barat daya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut