Al-Qaeda hingga ISIS Serukan Pengikutnya Serang Israel dan AS
- syriaaccountability.org
VIVA – Kelompok teror Al-Qaeda hingga ISIS, menyerukan pada para pengikutnya untuk menyerang Israel, Amerika Serikat (AS), dan Yahudi. Seruan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kekerasan teroris baru di Timur Tengah dan Barat.
Dalam serangkaian pernyataan selama dua minggu terakhir, afiliasi Al-Qaeda mengucapkan selamat kepada Hamas atas invasinya terhadap Israel, yang merujuk pada serangan 7 Oktober lalu, dan menewaskan 1.400 orang.
Serangan militer Israel di Gaza, yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan sejauh ini menewaskan lebih dari 4.500 orang, telah memicu kemarahan di seluruh dunia Islam.
VIVA Militer: Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
- timesofisrael.com
Hal ini juga memberikan peluang bagi kelompok ekstremis untuk melakukan pembalasan, kata para ahli.
Sebuah pernyataan baru-baru ini dari al-Shabaab, afiliasi kuat al-Qaeda di Somalia, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah bukan hanya pertempuran faksi-faksi Islam di tanah Palestina, namun lebih merupakan pertempuran seluruh umat Islam.
“Umat Islam harus berkumpul dan menawarkan segala yang mereka bisa untuk mendukung mujahidin melawan orang-orang Yahudi dan sekutu-sekutu kafir mereka yang munafik. Kekuatan bangsa ini terletak pada kekuatan front jihadnya," ujar Shabaab, dikutip dari The Guardian, Rabu, 25 Oktober 2023.
Afiliasi al-Qaeda lainnya di India, Yaman dan Suriah juga mengeluarkan pernyataan serupa.
Menurut Long War Journal, sebuah situs berita yang mengkhususkan diri pada kekerasan Islam, cabang al-Qaeda di Afrika utara dan barat memuji serangan Hamas terhadap Israel dan menyerukan kekerasan lebih lanjut terhadap orang Yahudi.
"Kami mengucapkan selamat atas tindakan anda (Hamas) dan mendesak anda untuk terus melanjutkan jihad dengan gigih dan sabar,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Mereka (orang Palestina) menyerang orang-orang Yahudi dan ingin mencabut pedang penghinaan dari leher mereka.”
Seruan untuk melakukan kekerasan akan semakin meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat negara-negara Barat terhadap gelombang baru kekerasan ekstremis.
Pekan lalu, kepala MI5 dan FBI mengatakan komunitas Yahudi dan kelompok lain mungkin menghadapi bahaya dari aktor tunggal, Iran atau militan.
Bahkan, sebelum perang di Gaza, pihak berwenang Eropa telah memperingatkan peningkatan terorisme di benua tersebut.