Iran "Lapor" Rusia dan China soal Hasil Negosiasi Nuklir dengan AS

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi
Sumber :
  • ANTARA/Xinhua/Shadati

VIVA Iran mengonfirmasi telah secara rutin menginformasikan Rusia dan China mengenai perkembangan pembicaraan dengan Amerika Serikat yang berlangsung di Oman, terkait upaya penyelesaian krisis program nuklir Teheran.

img_title Vladimir Putin dan Donald Trump Berpotensi Ketemu di KTT APEC China, Momen Besar untuk Indonesia

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan konsultasi dengan Moskow dan Beijing terus dilakukan seiring berjalannya proses negosiasi dengan Washington. Menurutnya, dukungan dari negara-negara regional terhadap jalur diplomasi tersebut juga berjalan positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Partisipasi negara-negara regional dalam mendukung pembicaraan ini berjalan dengan baik dan kami akan melanjutkan konsultasi," kata Araghchi, seperti dikutip kantor berita Tasnim. "Selain itu, kami terus melakukan konsultasi dengan Rusia dan China dan telah memberikan pengarahan kepada kedua negara mengenai proses negosiasi yang sedang berlangsung,"   tambahnya.

img_title Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!

Pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat di Oman dipandang sebagai salah satu jalur diplomatik penting untuk meredakan ketegangan lama terkait program nuklir Iran, di tengah dinamika geopolitik regional dan internasional yang terus berkembang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap mencapai “kesepakatan yang meyakinkan” terkait pengayaan uranium, seraya menegaskan bahwa pengayaan nol berada di luar kerangka perundingan.

img_title Ukraina 'Buka Kotak Pandora', Balasan Rusia Mengarah ke Skenario Bencana

Dalam wawancara dengan saluran Al Jazeera yang berbasis di Qatar pada Sabtu, Araghchi menyatakan bahwa persoalan nuklir Iran hanya dapat diselesaikan melalui jalur negosiasi, sambil menyinggung kembalinya Washington ke meja perundingan setelah sebelumnya menempuh opsi militer. 

Ia kembali menegaskan kesiapan Teheran untuk mencapai kesepakatan yang dapat menenangkan semua pihak terkait pengayaan uranium. Namun demikian, ia menekankan bahwa pengayaan nol "tidak ada dalam agenda perundingan". Menurutnya, pengayaan merupakan “hak yang dijamin” bagi Iran dan harus terus berlanjut. "Bahkan pemboman pun gagal menghancurkan kemampuan kami," ujarnya.
 

Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi

Iran mengancam akan melakukan pemblokiran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan perang ekonominya terhadap Teheran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut