Pipa Ledeng Bocor bak Geyser di Inggris

Pipa bocor di Merseyside, Inggris.
Sumber :
  • Daily Mail
VIVAnews - Air setinggi 16 meter menyembur dengan deras dari dalam tanah di daerah Huyton, Merseyside, Inggris, pada Minggu 17 Juli 2011. Namun air yang dua kali lebih tinggi dari rumah-rumah penduduk tersebut bukanlah geyser, melainkan air ledeng yang bocor.
Tegaskan Hubungan dengan Syifa Hadju Baik-baik Saja, Rizky Nazar: Tidak Ada Orang Ketiga

Seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa, 19 Juli 2011, para warga yang tinggal di sekitar lokasi pipa yang bocor terpaksa diungsikan. Air mulai menyembur dari pipa ledeng yang bocor hari Minggu pagi pukul 9.30 waktu setempat. Selama berjam-jam, air terus menyembur tanpa henti sehingga menyebabkan banjir dan merendam rumah serta kendaraan milik warga.
Setengah Penjualan Suzuki Berasal dari Mobil Ini

Pasukan pemadam kebakaran lantas dikerahkan untuk menghentikan semburan air yang tak kunjung reda, serta mengevakuasi warga dengan perahu karet. Para insinyur dari United Utilities langsung menuju lokasi kejadian untuk menyumbat sumber kebocoran.
Doa Ibunda untuk Ernando Ari dan Indonesia U-23

"Sebelumnya peristiwa semacam ini pernah terjadi, namun pihak berwenang menjamin hal ini tak akan terjadi lagi. Nyatanya, kejadian kali ini malah lebih dahsyat daripada sebelumnya," keluh Mike Edwards, seorang warga.

Merseyside memang bukan kali ini saja mengalami masalah dengan pipa ledeng yang bocor. Peristiwa kali ini adalah kali ketiga dalam kurun waktu empat tahun. Saking dahsyatnya semburan kali ini, seorang warga bahkan menggambarkannya seperti gunung berapi yang meletus.

Pihak United Utilities sendiri menyatakan tengah berjuang mengatasi kebocoran selama enam jam setelah air menyembur. "Kami masih belum menemukan penyebab pastinya. Pipa yang bocor adalah pipa utama, dan kemungkinan bocor karena tertekan. Lagipula, rasanya sulit menyumbat pipa air yang selama ini menyokong hidup orang banyak," kata juru bicara United Utilities.

Untuk sementara, mereka melakukan tindakan penyelamatan dengan mengalihkan alur air ke pipa lain untuk mengurangi tekanan. "Peristiwa ini merupakan peristiwa kebocoran pipa paling dramatis yang pernah saya saksikan," tambah sang jubir. (adi)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya